Advertisement
HASIL SURVEI : Posisi Jokowi di Pilpres Tak Aman
Presiden Joko Widodo menanti kehadiran Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Ibu Siti Hasmah dalam kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2018). - Antara/Puspa Perwitasari
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Sebuah survei terbaru menyebut posisi Jokowi tak aman pada pertarungan Pilpres 2019.
Lembaga Survei Roda Tiga Konsultan melakukan survei terhadap gerakan tagar #2019GantiPresiden yang mengarah untuk melawan bakal calon presiden petahana Jokowi, serta semakin marak di kalangan masyarakat.
Advertisement
Berdasarkan hasil survei, fenomena tagar ini membuat posisi Presiden Joko Widodo sebagai petahana tak aman.
Direktur Roda Tiga Konsultan Rikola Fedri mengatakan, hasil survei yang dilakukan terhadap 1.610 responden membuktikan, sebanyak 42,7 persen responden setuju dengan Jokowi diganti. Sementara, ada sebanyak 43,4 persen responden yang tidak setuju.
BACA JUGA
"Antara yang setuju dan tidak masih 50-50, ada kemungkinan ganti presiden, sehingga posisi Jokowi tidak aman," kata Rikola saat ditemui di Restoran Madame Delima, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2018).
Rikola menjelaskan, untuk wilayah yang setuju dengan gerakan tagar itu tercatat Pulau Sumatra sebesar 49,5 persen dan Maluku Utara sebesar 38 persen.
Sementara, untuk pulau-pulau lain di Indonesia lebih banyak didominasi tidak menyetujui adanya gerakan tagar ini.
Sebagai presiden pengganti Jokowi, sosok Prabowo Subianto muncul menjadi perhatian publik. Prabowo digadang-gadang menjadi presiden terbaik yang bisa menggantikan posisi Jokowi dengan perolehan suara sebanyak 26,4 persen.
"Paling tinggi Prabowo. Kemudian disusul oleh Agus Harimurti Yudhoyono dengan perolehan 9,8 persen," imbuh Rikola.
Dalam menjalankan survei tersebut, Survei Roda Tiga Konsultan menggunakan metode stratified systemic random sampling dengan margin of error sebesar 2,5 persen.
Jumlah responden yang terlibat pun ada sebanyak 1.610 responden baik pria maupun wanita dengan beragam latar belakang pendidikan dan usia yang dipilih secara acak dari 161 desa/kelurahan di 34 provinsi di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kambing dan Domba Jadi Andalan, UGM Genjot Ilmu Ratusan Peternak DIY
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
Advertisement
Advertisement








