Advertisement
Gunung Merapi Masih Ditutup, Pendaki Ilegal Tertangkap Kamera
Visual kawah Merapi saat kejadian erupsi freatik Senin (21/5/2018) pagi pukul 09.40 WIB dengan tinggi kolom letusan 1200 m arah condong ke barat. (Twitter - @bpptkg)
Advertisement
Harianjogja.com, BOYOLALI -- Jalur pendakian di Gunung Merapi masih ditutup untuk umum, sejak 11 Mei 2018. Gunung di perbatasan Jawa Tengah dan DIY ini masih berstatus waspada menyusul meningkatnya aktivitas salah satu gunung berapi teraktif itu beberapa waktu lalu.
Meski demikian, selama masa penutupan tersebut diketahui ada enam pendaki yang nekat mendaki gunung tersebut, tiga di antaranya warga negara asing.
Advertisement
Kepala Resort Selo pada Balai Taman Nasional Gunung (BNTG) Merapi, Wahid Adi Bowo, mengatakan pendaki tersebut naik pada waktu yang berbeda. Menurutnya, tiga pendaki asal Bengkalis, Muaro Jambi, dan Jakarta naik pada 8 Juli.
Aktivitas pendakian ilegal mereka tertangkap kamera pemantau milik Balai Pengambangan dan Penyelidikan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang terpasang di Pasar Bubrah. “Kami mendapat laporan dari BPPTKG bahwa kamera pemantau menangkap ada aktivitas pendaki di pasar bubrah,” ujarnya saat dijumpai di ruang kerjanya, Senin (23/7/2018).
BACA JUGA
Atas laporan itu, petugas BTNG Merapi kemudian mencegat para pendaki itu saat turun via New Selo kemudian membawa mereka ke balai. “Mereka ini masih mahasiswa dan naik dengan cara menyelinap. Ngakunya tidak tahu ada larangan mendaki,” imbuh Wahid.
Sepekan kemudian atau 15 Juli pendaki lain naik ke Merapi melalui jalur pendakian umum dengan cara menunggu kelengahan petugas. Keberadaan mereka diketahui setelah petugas mencurigai ada sebuah mobil berpelat Yogyakarta (AB) di jalur pendakian bagian bawah.
Polisi hutan (polhut) di BTNG Merapi, Aji Sulistyo, menambahkan setelah menunggu di jalur turun, petugas mendapati ada dua pendaki asing yang langsung melarikan diri begitu melihat petugas. “Dua orang asing kami ajak ke balai tapi mereka tidak mau dan terus berlari meninggalkan kami. Lalu kami menunggu pendaki lainnya yang membawa mobil dan ternyata ada satu orang berkebangsaan Rusia. Dia mau kami bawa ke balai dan kami mintai keterangan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Lagi, Tiga Prajurit Indonesia Terluka dalam Ledakan di Lebanon
Advertisement
Advertisement




