Advertisement
Gudang Mebel di Kompleks Pabrik Jokowi Terbakar
Sejumlah mebeler di gudang CV Nuansa Kayu Bekas di Kompleks Asmindo Samberembe, Kalijambe, Sragen, hangus terbakar, Selasa (23/7 - 2018) pagi. (Solopos/Kurniawan)
Advertisement
Harianjogja.com, SRAGEN—Gudang CV Nuansa Kayu Bekas di Kompleks Zona Industri Asmindo di Dukuh Wonosari RT 004 Desa Samberembe, Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah yang berada satu kompleks dengan pabrik kayu PT Rakabu Sejahtera milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) terbakar pada Selasa (24/7/2018) pagi.
Tidak ada korban jiwa dan luka dalam musibah itu. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Api kali pertama diketahui Basori, 23, sopir asal Desa Biro RT 004/RW 002 Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur (Jatim).
Advertisement
Sekitar pukul 04.30 WIB, Basori memasuki kawasan zona industri Asmindo untuk mengantar bahan produksi ke PT Anugerah Rimba Nusantara. Saat melintas di depan gudang CV Nuansa Kayu Bekas, Basori melihat api berkobar di bangunan itu.
Sejurus kemudian Basori memutar balik kendaraan ke pos satpam untuk memberitahukan adanya kebakaran di gudang CV Nuansa Kayu Bekas. Selanjutnya petugas keamanan kompleks Asmindo, Eko Ariyanto, 28, melaporkan kejadian itu ke Polsek Kalijambe dan tim Damkar Gemolong.
Beberapa saat kemudian petugas Polsek Kalijambe bersama tim Damkar dan petugas keamanan Kompleks Asmindo berusaha memadamkan api. Sekitar pukul 06.00 WIB api berhasil dikendalikan. Tapi beberapa barang tidak berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah.
Seperti satu grenda, satu kipas, dan satu mebel setengah jadi. Kapolsek Kalijambe, AKP Marsidi, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, mengatakan penyebab kebakaran diduga dari hubungan pendek arus listrik kipas angin elektrik yang menempel ke mebeler setengah jadi.
"Beruntung tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini. Sedangkan kerugian materiil ditaksir sekitar Rp50 juta," ujar dia.
Kasi Trantib Kecamatan Kalijambe, Agus Subagyo, saat diwawancarai Solopos.com seusai kejadian mengatakan beruntung api berhasil diatasi sebelum membesar dan merembet ke bangunan lain. Agus mengusulkan agar di setiap pabrik dilengkapi dengan alat pemadam api ringan untuk mengatasi api sebelum membesar.
"Sangat penting agar di setiap pabrik dan fasilitas publik strategis seperti pasar tradisional sehingga armada damkar punya waktu untuk mencapai lokasi sejak kali pertama dapat laporan warga," terang dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
Advertisement
Advertisement





