Tersangka 3 Kasus Korupsi Febrie Adriansyah Tak Ditahan, Ini Alasannya
Kejagung memastikan Febrie Adriansyah belum ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri. Berkas perkara masih dipelajari.
Persiapan dekorasi horor TPS Semarang, lengkap dengan keranda./Suara.com-Adam Iyasa
Harianjogja.com, SEMARANG- Ada-ada saja kreativitas masyarakat mempersiapkan gelaran Pilkada serentak. Di antaranya dengan merancang TPS unik bernuansa menyeramkan.
Persiapan jelang pencoblosan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah terbilang seru. Seperti pemilihan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Semarang . Terselip unsur kreativitas agar bisa menarik warga untuk datang pada 27 Juni 2018 besok.
Contohnya yang dilakukan para Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS) di TPS 7 RT 3 RW 7 Kelurahan Randusari Kota Semarang. Tempatnya adalah di tengah kompleks pemakaman terluas di Semarang, yaitu Makam Bergota.
Lokasi ini dikenal dengan nama Gunung Brintik, tempat yang disakralkan karena di situlah terletak makam Mbah Nyai Brintik, penguasa sakti di masa lalu. Makamnya hingga kini masih dijaga kesakralannya.
"Kami setting semua PPS dengan atribut kesan horor saat pencoblosan nanti," ujar Krisyanto, Ketua Penyelengara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 7, Selasa (26/06/2018).
Dalam persiapannya, TPS memanfaatkan Balai Pertemuan RW yang ada di tengah komplek makam. Atribut pemakaman seperti keranda jenazah dan payung jenazah ditata untuk menguatkan kesan memang ada yang hendak dimakamkan.
"Anggota PPS nanti pakai pakaian horor, ada pocong, gendruwo, Mak Lampir dan kita hias tempat TPS ini suasana horor juga," jelasnya.
Dia menceritakan, lokasi TPS di RT 3 RW 7 ini memang berimpitan dengan Makam Bergota. Akses warga setiap hari juga melewati area pemakaman itu. Di TPS 7 ada sekitar 340 pemilih DPT yang terdiri dari empat RT.
Krisyanto menambahkan, sebelumnya jika ada pemilihan gubernur, presiden atau legislatif, masih memakai bangunan serbaguna milik komplek makam Mbah Nyai Brintik tadi.
Dia juga beralasan, suasana horor diciptakan agar unik saja, dan ini sebagai suatu identitas. Jika lokasi berada di tengah kota dan ada TPS di tengah makam yang setiap harinya sudah biasa bagi warganya.
Nantinya, petugas TPS akan berdandan sebagai Mak Lampir, pocong, gendruwo, dan warga dunia lain.
"Artinya, bahwa area pemakaman terluas Bergota ini bukanlah hal yang seram untuk ditakuti, sama halnya di Pilkada ini para pencoblos tetap nyaman dan tak harus takut datang ke TPS," tukasnya.
Sementara, Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang turut mengecek kesiapan logistik di TPS 7 Gunung Brintik mengapresiasi kreativitas warga dan PPS.
"Saya dengar ada TPS unik di tengah kota tetapi di tengah pemakaman, ini tempat tertinggi di tengah kota Semarang," kata Hevearita usai mengecek.
Ita, sapaan akrabnya berharap dengan TPS unik itu, masyarakat bisa antusias datang menggunakan hak pilihnya.
"Jangan jadi golput, ini untuk menentukan pilihan pemimpin bagi Jateng. Semoga disini bisa aman dan tenang dalam penyelenggaraan pemilihan," komentarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Kejagung memastikan Febrie Adriansyah belum ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri. Berkas perkara masih dipelajari.
Arie Sujito mengajak siswa SMA/SMK di DIY menolak kekerasan, narkoba, dan senjata tajam dalam deklarasi penanganan kenakalan remaja.
Desain Cahaya Pradipta karya Marcelo Diaz Octavianus menjadi juara Sayembara Pradesain Penanda Perbatasan DIY 2026.
Diet Viking ala Erling Haaland mengandalkan makanan utuh dan tinggi protein. Simak menu harian serta risiko kesehatannya.
Grab Indonesia juga membuktikan komitmen inklusivitasnya dengan merangkul ribuan mitra pengemudi disabilitas
DPR mengesahkan UU PFII. Simak poin penting mengenai otoritas khusus, insentif pajak, pengawasan, hingga target investasi Rp500 triliun.