Advertisement
Pencarian Resmi Berakhir Hari Ini, Ocean Infinity Gagal Temukan Pesawat Malaysia Airlines MH370
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Hingga akhir pencarian, Ocean Infinity belum berhasil menemukan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang empat tahun lalu itu. Pencarian resmi berakhir Selasa (29/5/2018).
Pekan lalu, Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke menyampaikan pencarian yang dilakukan oleh Ocean Infinity--perusahaan pencari asal AS--akan berakhir pada 29 Mei 2018 setelah berlangsung sejak 17 Januari 2018.
Advertisement
Sebenarnya, Ocean Infinity sudah selesai melakukan pencarian di area sasarannya pada April 2018 dan meminta perpanjangan waktu hingga 29 Mei. Perpanjangan waktu diberikan, tapi tidak ada perpanjangan kedua.
Dilansir dari BBC, Selasa (29/5), Ocean Infinity menggunakan kapal selam laut dalam untuk pencarian selama 90 hari di selatan Samudera Hindia. Namun, perusahaan tersebut tidak menemukan apapun.
BACA JUGA
Pesawat tersebut hilang pada 8 Maret 2014 dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Tercatat terdapat 239 orang dalam pesawat itu.
Pencariannya menjadi salah satu operasi terbesar dalam sejarah penerbangan dan mencakup pencarian di atas serta di bawah laut.
Sebelum Ocean Infinity melakukan pencarian, tim pencari yang melibatkan Australia, Malaysia, dan China telah menyisir area seluas 120.000 kilometer (km) persegi. Tim tersebut sudah mengakhiri operasi yang bernilai US$157 juta itu pada Januari 2017.
Meski puing-puing pesawat telah ditemukan di beberapa lokasi, seperti Madagaskar dan Pulau Reunion, tapi misteri hilangnya pesawat itu belum terpecahkan. Bagian badan pesawat yang lebih besar pun masih belum ditemukan hingga kini.
Pemerintah Malaysia mengungkapkan Ocean Infinity tidak dibayar dalam operasi pencarian ini, kecuali mereka berhasil menemukan puing-puing pesawat serta kotak hitamnya.
Jika perusahaan itu dapat menemukan MH370 di area seluas 5.000 kilometer persegi, maka mereka akan mendapat bayaran sebesar US$20 juta. Jika ditemukan di area seluas 10.000 kilometer persegi, pembayarannya menjadi US$30 juta.
Jika ditemukan di area seluas 25.000 kilometer persegi, biaya yang dibayarkan adalah US$50 juta. Lalu, jika ditemukan di area yang lebih luas lagi maka pembayarannya ditetapkan senilai US$70 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : BBC, Reuters
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Lagi, Tiga Prajurit Indonesia Terluka dalam Ledakan di Lebanon
Advertisement
Advertisement








