CORE: Masih Ada 1 Juta Ton Molase untuk Dukung Bioetanol Nasional
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Keluarga terduga teroris Dita Uprianto dan istrinya, Puji Kuswati./Suara-Istimewa
Harianjogja.com, SURABAYA- Tiga jenazah pelaku pengeboman gereja di Surabaya, Dita Oeprianto (46), dan dua anaknya, Yusuf Fadil (18) dan Firman Halim (16) akhirnya dimakamkan. Jasad mereka 11 hari berada di kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, sejak (13/5/2018) lalu.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan pemakaman 3 bomber dilakukan, Kamis (24/5/2018) siang.
"Iya, jenazah diambil keluarganya dan dimakamkan di Sidoarjo," jelasnya, Jumat (25/5/2018).
Jenazah keluarga Dita, juga keluarga pengebom Markas Polrestabes Surabaya, tertahan cukup lama di RS Bhayangkara. Tiga alasan teknis mengemuka, yakni proses identifikasi berlangsung lama, tidak ada keluarga yang mengambil, dan warga menolak jenazah pelaku bom bunuh diri itu dimakamkan di sekitar rumah warga.
Barung menggambarkan proses kerja tim dokter forensik dan DVI RS Bhayangkara. Menurutnya, butuh kejelian dan waktu untuk menyelesikan tes DNA terhadap Dita dan dua anaknya. Pasalnya, kondisi ketiga jasad sudah tak dikenali lagi dan nyaris hancur akibat ledakan bom.
"Jasad dicek betul. Kami cocokan DNA dengan data sekunder dan primer, karena jasad ini tak dikenali lagi, hancur akibat ledakan bom," terangnya.
Informasi yang didapat Suara.com, jenazah Dita dan dua anak lelakinya dimakamkan di pemakaman Mr X milik Dinas Sosial (Dinsos) yang terletak di Jalan A Yani, Sidoarjo.
Sebelumnya, istri dan dua anak perempuan Dita sudah dimakamkan lebih dulu di tempat yang sama.
Dita Oeprianto (46), adalah pelaku bom bunuh di Gereja Panthekosta Jalan Arjuno Surabaya. Kemudian dua anak Dita, yakni Yusuf Fadil (18) dan Firman Halim (16) yang bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jl Ngagel Surabaya.
Sedangkan istri dan dua anak perempuan Dita mekakukan bom bunuh diri di GKI Diponegoro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Koalisi Persma se-DIY dan AJI Yogyakarta mendesak Presiden Prabowo meminta maaf atas pernyataan "Londo Ireng" yang dinilai menstigma jurnalis.
Tribun VIP GOR Satria Purwokerto ambruk saat Drift Speed Fest. Sebanyak 75 penonton luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.
Gempa M 5,3 mengguncang Kupang pada Minggu malam. BMKG menyatakan gempa dipicu aktivitas subduksi dan tidak berpotensi tsunami.
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab mendorong tertib perizinan dan penguatan SOP program MBG.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.