Ekspansi Whoosh ke Surabaya Ditunda, Pemerintah Fokus Benahi Keuangan
Pemerintah memprioritaskan restrukturisasi keuangan KCJB sebelum memutuskan perpanjangan jalur Kereta Cepat Whoosh hingga Surabaya dan Banyuwangi.
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Antara/Wahyu Putro A)
Harianjogja.com, PEKANBARU- Presiden Joko Widodo mengajak ratusan siswa sekolah menengah atas sederajat di Kota Pekanbaru untuk menggunakan media sosial secara bijak.
Di depan para siswa yang tergabung dalam kepengurusan Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS, Presiden mengajak untuk menggunakan media sosial secara bermanfaat untuk mengobarkan semangan nasionalisme bagi Indonesia.
"Sekarang di sini [para siswa] menggunakan Sosmed. Gunakan yang namanya Sosmed menyebarkan semangat nasionalisme, semangat belajar kita, semangat ibadah, olahraga dan ide gagasan," kata Presiden dihadapan siswa pengurus OSIS di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Rabu (9/5/2018).
Sebanyak lebih dari 350 siswa pengurus OSIS yang terdiri dari berbagai SMA sederajat bertatap muka secara langsung dengan kepala negara di Hanggar Charlie Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
Presiden yang tiba sekitar pukul 13.45 WIB atau setelah mendarat dari kunjungan kerjanya di Kabupaten Rokan Hilir tersebut langsung disambut histeris oleh para siswa.
Kepala negara di awal pengarahannya kepada ratusan siswa mengaku senang karena generasi penerus bangsa tersebut terlihat semangat dan optimis.
Didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, Presiden menyampaikan bahwa siswa yang menjadi pengurus OSIS merupakan calon pemimpin di masa mendatang.
"Anak-anak semua adalah calon pemimpin. Sekarang mungkin jadi pemimpin di sekolah masing-masing. Tapi nanti suatu saat bisa menjadi pemimpin teman-teman yang lain," ujarnya.
"Bisa jadi menjadi pemimpin daerah, bupati, walikota, gubernur, menteri. Bisa jadi presiden juga. Kenapa tidak?" lanjut Presiden disambut tepuk tangan meriah.
Untuk itu mantan walikota Solo itu meminta agar siswa dan pengurus Osis untuk terus menumbuhkan semangat belajar dan terutama jiwa nasionalisme untuk menjadi pemimpin berkarakter dimasa mendatang.
Setelah memberikan pengarahan, Jokowi menyempatkan diri untuk berdialog dengan sejumlah siswa. Kesempatan itu tidak disia-siakan para siswa pengurus OSIS untuk langsung bertatap muka dengan Presiden.
Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau sejak Selasa hingga Rabu hari ini, 8-9 Mei 2018. Presiden yang tiba pada Selasa sore kemarin menyempatkan diri blusukan ke pusat perbelanjaan modern Mall Ciputra Seraya pada malam harinya. Presiden juga sempat membeli kaos serta sepasang sepatu.
Sementara pada Rabu pagi tadi, Jokowi meluncurkan program peremajaan sawit rakyat (PSR) di Kabupaten Rokan Hilir.
Seluas lebih dari 328 hektare lahan sawit milik masyarakat yang tidak lagi produktif diremajakan dengan program lintas kementerian melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.
Di Rokan Hilir Presiden juga disebut menyerahkan bantuan hibah dana sebesar Rp8,2 miliar dalam program tersebut.
Selanjutnya, Presiden akan menghadiri sejumlah kegiatan termasuk peringatan Harlah NU ke-92 di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah memprioritaskan restrukturisasi keuangan KCJB sebelum memutuskan perpanjangan jalur Kereta Cepat Whoosh hingga Surabaya dan Banyuwangi.
Mensos Syaifullah Yusuf menegaskan validitas data menjadi kunci Program Sekolah Rakyat agar bantuan pendidikan tepat sasaran bagi keluarga miskin.
Serangan babi hutan dan monyet merusak 5 hektare ladang petani Badui di Lebak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Kemendikdasmen memanggil 60.896 guru mengikuti PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2026 untuk mempercepat sertifikasi guru di Indonesia.
Ai Ogura meraih kemenangan perdana di MotoGP Belanda 2026 sekaligus menjadi pembalap Jepang pertama yang juara kelas premier sejak 2004.
Penyuluhan hukum di Keparakan mengenalkan pidana kerja sosial dalam KUHP baru sebagai alternatif pemidanaan yang lebih humanis dan restoratif.