Advertisement
Polisi Tercatat Paling Sering Lakukan Kekerasan Terhadap Wartawan
Ketua AJI Indonesia Abdul Manan (kiri) memaparkan kasus kekerasan terhadap jurnalis. - Okezone/Harits
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Memperingati Hari Kebebasan Pers Internasional, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia melansir laporan catatan kekerasan terhadap wartawan. Polisi tercatat sebagai aktor yang paling sering melakukan kekerasan terhadap jurnalis sepanjang tahun ini.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat ada 75 kasus kekerasan terhadap jurnalis terjadi di berbagai daerah di Indonesia selama Mei 2017 hingga Mei 2018. Pelakunya didominasi polisi disusul pejabat pemerintahan.
Advertisement
“AJI mencatat baik dari laporan AJI Kota dan pemberitaan media massa, terdapat 75 kasus kekerasan terhadap jurnalis selama Mei 2017 hingga awal Mei 2018,” kata Ketua AJI Indonesia, Abdul Manan saat memaparkan laporan ‘Musuh Kebebasan Pers’ dalam rangka Hari Kebebesan Pers Sedunia di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).
Kasus kekerasan terhadap jurnalis tersebut terjadi di 56 kota dan kabupaten dalam 25 provinsi. Kasus paling banyak terjadi di kawasan Indonesia bagian timur. “Seperti di NTT, Sulawesi Selatan, Papua dan NTB,” terangnya.
BACA JUGA
Manan menyebutkan bahwa kekerasan dialami jurnalis mayoritas kekerasan fisik seperti pengeroyokan, penyeratan, pemukulan.
Bidang Advokasi AJI Indonesia melaporkan pelaku kekerasan terhadap jurnalis paling banyak dilakukan oleh polisi dengan 24 kasus, disusul pejabat pemerintah atau eksekutif 16 kasus, ormas delapan kasus, warga delapan kasus, TNI enam kasus, Satpol PP lima kasus, dan orang tidak dikenal tiga kasus.
“Sudah bertahun-tahun polisi menjadi pelaku terbanyak kekerasan terhadap jurnalis khususnya di luar Jakarta. Salah satu kasusnya menjadi sorotan termasuk kekerasan oleh anggota polisi di Timika, Papua, kepada wartawan Okezone [Saldi Hermanto] yang berujung pengecaman dilakukan oleh anggota polisi kepada wartawan lainnya,” terang dia.
Manan menuturkan masih tingginya angka kekerasan terhadap jurnalis mengancam kemerdekaan pers di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon
- Suhu Kawah Melonjak Radius Aman Gunung Slamet Diperluas
Advertisement
Advertisement









