Advertisement
Data Pengguna Facebook Indonesia Bocor, Jumlahnya Mencapai 1 Juta Akun
Grafik jumlah pengguna yang terpapar oleh pembocoran data oleh Cambridge Analytica - Facebook
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Jutaan data pengguna Facebook yang bocor ternyata sebagian merupakan akun pengguna di Indonesia.
Data milik lebih dari satu juta pengguna Facebook di Indonesia bocor ke Cambridge Analytica. Chief Technology Officer Facebook Mike Schroepfer mengatakan Cambridge Analytica mengumpulkan informasi pribadi milik 87 juta pengguna Facebook.
Advertisement
Data tersebut berdasarkan penelitian Facebook atas aplikasi thisisyourdigitallife yang digunakan untuk mengumpulkan data tanpa persetujuan pemilik lewat platform Facebook. Angka 87 juta pengguna didapatkan dari jumlah pengguna yang mengunduh aplikasi tersebut dan teman Facebook mereka.
Schroepfer mengatakan Facebook telah melakukan perubahan sistem untuk meningkatkan perlindungan atas informasi milik pengguna Facebook. Per Rabu (4/4), ada 9 perubahan yang telah dilakukan Facebook.
BACA JUGA
Pertama, aplikasi yang memanfaatkan application programming interface (API) berbasis fitur Event di Facebook tidak bisa lagi mengakses daftar tamu undangan atau unggahan yang tercantum di Wall.
Kedua, aplikasi membutuhkan izin Facebook dan admin untuk mengakses daftar anggota Facebook Group. Ketiga, akses aplikasi pihak ketiga terhadap seluruh fitur di dalam Facebook Pages membutuhkan izin Facebook.
Keempat, aplikasi yang menggunakan Facebook Login tidak bisa lagi meminta akses atas likes, check-ins, foto, unggahan, video, events, dan grup milik pengguna tanpa persetujuan Facebook. Pekan depan, aplikasi tidak bisa mengumpulkan data pengguna Facebook Login, jika pengguna tidak menggunakan aplikasi tersebut selama 3 bulan terakhir.
Kelima, perubahan pada API platform Instagram. Keenam, akun pengguna Facebook tidak bisa lagi dicari menggunakan nomor telepon atau alamat surel.Ketujuh, fitur daftar panggilan suara dan berkirim pesan di Messenger akan dihapus setiap 1 tahun. Facebook juga memastikan fitur ini tidak merekam konten dan waktu dari tiap panggilan suara dan pesan.
Kedelapan, Partner Categories dihentikan. Partner Categories adalah fitur yang memberikan aplikasi pihak ketiga kemampuan untuk menjalankan pemasaran tertarget ke pengguna Facebook.
Kesembilan, Facebook akan menunjukkan setiap aplikasi yang terhubung dengan akun pengguna di atas News Feed. Fitur ini akan tersedia mulai Senin pekan depan (9/4/2018). Pengguna yang informasinya bocor ke Cambridge Analytica juga akan diberitahukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPBD Bantul Pastikan Tak Ada Pengungsi Dampak Cuaca Ekstrem
- Cucu Soeharto, Darma Mangkuluhur Resmi Menikah
- DAS Garoga di Sumatera Utara Penuh Kayu Pascabanjir hingga 1.300 Meter
- Trump Pertimbangkan Serangan ke Iran di Tengah Aksi Protes
- Trump Diduga Siapkan Rencana Invasi ke Greenland, Denmark Geram
Advertisement
DLH Gunungkidul Anggarkan Rp160 Juta untuk Pakan Monyet
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Persib Kecam Ancaman Pembunuhan terhadap Keluarga Thom Haye
- DPRD DIY Siapkan Rp1 Miliar untuk Kajian Renovasi Mandala Krida
- Salmon dan Ayam, Pilihan Protein Sehat untuk Jantung dan Otot
- LBSO PWA DIY Raih Juara Umum FESIBA 2025 dan Perkuat Dakwah Kultural
- Surplus Beras Kulonprogo 2025, Produksi Padi Tembus 60.895 Ton
- Marc Marquez Waspadai Kebangkitan Rival di MotoGP 2026
- Produksi Ikan Sleman 2025 Tembus 55.650 Ton
Advertisement
Advertisement




