Mendukbangga: Jangan Biarkan Meja Makan Sunyi karena Gawai
Peringatan Harganas 2026, Mendukbangga mengajak keluarga mengurangi ketergantungan gawai, menghidupkan meja makan, dan memperkuat peran ayah.
Pelaku pencurian di Pekanbaru awalnya berniat bunuh satu keluargaPolda Riau dan Polresta Pekanbaru memperlihatkan barang bukti kasus pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan di Rumbai, Pekanbaru. ANTARA/Annisa Firdausi
Harianjogja.com, PEKANBARU — Kasus pembunuhan sadis yang menimpa seorang nenek di kawasan Rumbai akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau memastikan para pelaku sempat merancang aksi yang lebih keji, yakni menghabisi satu keluarga sebelum menjalankan pencurian.
Direktur Reskrimum Polda Riau, Hasyim, mengungkapkan bahwa rencana kejahatan tersebut berkembang dalam perjalanan para pelaku menuju Pekanbaru. Awalnya, mereka hanya berniat melakukan pencurian, namun berubah menjadi rencana pembunuhan terhadap empat orang dalam satu rumah.
“Target awal mereka adalah satu keluarga. Namun saat kejadian, hanya korban yang berada di rumah,” ujarnya dalam konferensi pers, Minggu (3/5/2026).
Korban diketahui bernama Dumaris Boru Sitio, seorang lanjut usia yang tinggal bersama keluarganya. Saat peristiwa terjadi pada Rabu (29/4/2026), suami dan anak korban sedang tidak berada di rumah, sehingga korban menjadi satu-satunya sasaran aksi brutal tersebut.
Polisi mengungkap, para pelaku bukan orang asing bagi korban. Salah satu pelaku utama bahkan memiliki hubungan keluarga dan pernah tinggal bersama korban hingga tahun 2023. Kedekatan ini diduga dimanfaatkan untuk mempelajari kondisi rumah serta kebiasaan penghuni.
Sebelum aksi pembunuhan, para pelaku juga telah beberapa kali melakukan survei di lokasi. Bahkan, mereka sempat melakukan pencurian di rumah yang sama pada 8 April 2026 dengan hasil sekitar Rp4 juta. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa kejahatan tersebut telah direncanakan secara matang.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan benda tumpul yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk menganiaya korban hingga meninggal dunia. Setelah itu, jasad korban diseret ke kamar mandi guna menghilangkan jejak.
Tak berhenti di situ, polisi juga tengah mendalami kemungkinan adanya pengaruh penyalahgunaan narkoba yang diduga memicu keberanian pelaku dalam melakukan tindakan keji tersebut.
Usai kejadian, para pelaku melarikan diri ke luar daerah dan sempat singgah di wilayah Sumatera Utara. Namun pelarian mereka tidak berlangsung lama. Tim gabungan dari Polresta Pekanbaru dan Polda Riau berhasil menangkap seluruh tersangka hanya dalam hitungan hari.
Saat ini, keempat pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap kemungkinan motif lain, termasuk faktor ekonomi maupun pengaruh lingkungan.
Kasus ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat terkait pentingnya kewaspadaan, bahkan terhadap orang terdekat sekalipun. Aparat kepolisian mengimbau warga untuk meningkatkan keamanan lingkungan dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar tempat tinggal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan Harganas 2026, Mendukbangga mengajak keluarga mengurangi ketergantungan gawai, menghidupkan meja makan, dan memperkuat peran ayah.
Rekomendasi HP RAM 16GB terbaik 2026 untuk gaming, fotografi, dan multitasking dari OPPO, Samsung, OnePlus, Xiaomi, hingga Infinix.
SPMB SMPN Kulonprogo 2026 masih menyisakan 593 kursi kosong di 17 sekolah menjelang penutupan jalur domisili wilayah.
Belanda vs Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026 diprediksi berlangsung ketat dengan duel taktik total football dan pertahanan solid.
Nvidia dan Firmus bangun pusat AI raksasa di Batam dengan 170 ribu GPU, menjadikan Indonesia hub komputasi AI Asia Pasifik.
Kebiasaan mengeluh berlebihan bisa berdampak pada hubungan sosial dan kesehatan mental menurut psikologi modern.