Advertisement

KNKT Selidiki Kecelakaan KA Bekasi Timur, Evakuasi Dipercepat

Newswire
Selasa, 28 April 2026 - 08:37 WIB
Sunartono
KNKT Selidiki Kecelakaan KA Bekasi Timur, Evakuasi Dipercepat KNKT turunkan tim investigasi kecelakaan KA Bekasi Timur, Kemenhub pastikan evakuasi korban berjalan cepat dan aman. - Antara.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) langsung mengerahkan tim investigasi untuk mengusut kecelakaan kereta api antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Langkah ini dilakukan untuk mengumpulkan fakta awal penyebab insiden maut tersebut.

Ketua Tim Humas KNKT, Anggo Anurogo, menyampaikan tim telah berada di lokasi sejak malam kejadian guna melakukan pengumpulan data dan informasi secara langsung di lapangan.

Advertisement

“Tim investigasi KNKT sudah berada di lokasi kejadian dari tadi malam untuk mengumpulkan fakta dan informasi di lapangan,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan proses evakuasi korban terus dipercepat dengan mengedepankan aspek keselamatan. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan juga menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut.

"Kemenhub [Kementerian Perhubungan] memastikan evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak," kata Dudy dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa dini hari.

Dudy turut meninjau langsung lokasi kejadian untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Hingga kini, pendataan jumlah korban masih terus dilakukan seiring proses evakuasi yang berlangsung di lapangan.

Kementerian Perhubungan juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan penanganan insiden berjalan optimal dan terkoordinasi dengan baik.

Insiden kecelakaan kereta api di Bekasi Timur ini terjadi pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.55 WIB. Peristiwa tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir–Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan rangkaian KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur (BKST).

Tim SAR di lokasi melaporkan hingga Selasa pukul 05.11 WIB masih terdapat tiga dari tujuh penumpang yang terjepit di dalam rangkaian gerbong KRL nomor 8 yang merupakan gerbong khusus wanita, sehingga proses evakuasi harus dilakukan secara hati-hati.

Kronologi Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo

Kecelakaan KRL CommuterLine dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam memicu kepanikan penumpang, dengan sejumlah korban dilaporkan terjepit di dalam gerbong dan proses evakuasi masih berlangsung hingga larut malam.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 20.53 WIB saat rangkaian KRL yang melaju dari arah Jakarta menuju Cikarang berhenti di jalur 1, sebelum akhirnya ditabrak dari belakang oleh kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah barat.

Salah satu penumpang selamat, Munir, mengungkapkan bahwa KRL yang ditumpanginya sempat berhenti karena adanya gangguan di jalur, yakni insiden kereta lain yang berlawanan arah menabrak sebuah mobil taksi di perlintasan dekat lokasi kejadian.

"CommuterLine yang berhenti lantaran CommuterLine yang berlawanan arah menabrak satu unit mobil taksi," katanya di lokasi, Senin petang.

Tidak lama setelah berhenti, situasi berubah drastis ketika kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek melaju dan menghantam bagian belakang KRL dengan keras. Benturan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada gerbong paling belakang.

"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai menembus gerbong paling belakang CommuterLine," ujarnya.

Dampak tabrakan tersebut sangat serius, terutama bagi penumpang yang berada di gerbong terakhir KRL. Munir menyebut banyak korban terjebak akibat struktur gerbong yang ringsek.

"Banyak itu ada korban di dalam terjebak, kalau saya pas kejadian langsung ke luar gerbong," kata dia.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah penumpang masih terjepit di dalam gerbong yang tertabrak, sementara beberapa lainnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat tekanan keras dari lokomotif yang masuk ke badan gerbong.

Petugas gabungan dari berbagai unsur, termasuk tim medis, kepolisian, TNI, dan relawan, terus berupaya mengevakuasi korban yang masih berada di dalam rangkaian kereta. Hingga saat ini, jumlah pasti korban masih dalam pendataan, sementara korban luka telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

UMKM Perikanan Kulonprogo Didorong Go Digital

UMKM Perikanan Kulonprogo Didorong Go Digital

Kulonprogo
| Selasa, 28 April 2026, 09:27 WIB

Advertisement

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Wisata
| Senin, 27 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement