Advertisement
Iran Ancam Keamanan Pelabuhan di Teluk Jika Selat Hormuz Diblokade
Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, ISTANBUL—Ancaman terhadap keamanan pelabuhan di kawasan Teluk dan Laut Oman menguat setelah Iran merespons rencana blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz. Peringatan ini memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas jalur pelayaran global.
Pernyataan terbaru dari Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bahwa tidak ada pelabuhan yang akan aman jika pelabuhan Iran ikut diblokade. Iran menilai keamanan kawasan harus berlaku setara bagi semua pihak.
Advertisement
Peringatan tersebut muncul setelah Amerika Serikat mengumumkan langkah blokade terhadap pelabuhan Iran yang mulai diberlakukan pada Senin waktu setempat.
“Keamanan pelabuhan di kawasan Teluk dan Laut Oman harus berlaku bagi semua pihak atau tidak sama sekali,” demikian pernyataan yang disiarkan melalui media pemerintah Iran.
BACA JUGA
Iran juga menyebut akan melarang kapal yang berafiliasi dengan pihak yang dianggap musuh untuk melintasi Selat Hormuz. Sementara kapal lain masih diperbolehkan melintas dengan mengikuti aturan yang ditetapkan.
Selain itu, IRGC menegaskan akan menerapkan mekanisme pengendalian permanen terhadap Selat Hormuz, bahkan setelah konflik berakhir. Langkah ini diklaim sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan perairan nasional.
“Pembatasan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap pergerakan maritim di perairan internasional adalah ilegal dan setara dengan pembajakan,” tegas pernyataan tersebut.
Kapal Balik
Sebelumnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mendadak berhenti total setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran. Kapal-kapal yang sebelumnya masih melintas kini dilaporkan berbalik arah, menandai gangguan serius di jalur vital dunia tersebut.
Laporan intelijen maritim berbasis di London melalui Lloyd’s List menyebut lalu lintas yang sempat berjalan terbatas langsung terhenti begitu kebijakan blokade mulai berlaku pada Senin pukul 14.00 GMT atau sekitar 21.00 WIB.
Penghentian mendadak ini terjadi seiring keputusan Presiden Donald Trump yang mengumumkan blokade terhadap pelabuhan Iran. Kebijakan tersebut memicu respons cepat dari kapal-kapal yang memilih menjauh dari kawasan Selat Hormuz.
Situasi ini diperparah dengan meningkatnya operasi militer Amerika Serikat, termasuk pembersihan ranjau di jalur pelayaran. Washington juga menuding Iran tidak memenuhi komitmen untuk membuka kembali jalur air internasional tersebut.
Jalur Energi Dunia Ikut Terancam
Ketegangan ini tidak hanya berdampak regional, tetapi juga berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global. Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia.
Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati jalur tersebut, sehingga setiap gangguan dapat berdampak langsung pada stabilitas ekonomi internasional.
Blokade yang dilakukan Amerika Serikat sendiri muncul setelah perundingan antara kedua negara di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan.
Situasi ini menandai eskalasi baru konflik Iran dan Amerika Serikat yang sebelumnya telah memicu gangguan pada lalu lintas kapal serta lonjakan harga energi global.
Dengan kondisi yang terus berkembang, kawasan Selat Hormuz kini kembali menjadi titik krusial yang menentukan stabilitas perdagangan dan keamanan maritim dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Siaga Bencana Diperpanjang, Gunungkidul Waspada Cuaca Ekstrem
Advertisement
Dari Banjir Aceh ke Lonjakan Ekspor, Kafe Tanjoe Kopi Eksis di Jogja
Advertisement
Berita Populer
- Pemerintah Buka Peluang untuk Subsidi Motor Listrik Lagi
- Jadwal KRL Jogja-Solo 13 April 2026, Berangkat dari Tugu ke Palur
- Tolouse vs LOSC Skor 0-4, Verdonk Tampil Singkat
- Alumni UNS Kumpul Bangun Jejaring dan Kolaborasi Strategis
- Besok Prabowo Bertemu Putin di Moskow, Bahas Energi dan Global
- Forum UMKM Kulonprogo Dibentuk, Fokus Digitalisasi dan Kolaborasi
- 24 Atlet FISI DIY Siap Berlaga di Kejurnas 2026, Target Raih Dua Besar
Advertisement
Advertisement






