Advertisement
Kopilot F-15 AS Dievakuasi ke Kuwait Usai Ditembak Jatuh di Iran
Sebuah jet tempur F15-E Angkatan Udara Israel lepas landas untuk misi di atas Jalur Gaza, dari pangkalan udara Tel Nof di pusat Israel, Senin (19/11/2012). ANTARA/REUTERS/Baz Ratner - am.
Advertisement
Harianjogja.com, MOSKOW — Kopilot pesawat tempur-pengebom milik Amerika Serikat yang ditembak jatuh di wilayah Iran dilaporkan berhasil diselamatkan dan kini telah dievakuasi ke Kuwait untuk mendapatkan perawatan medis.
Laporan tersebut mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa proses evakuasi dilakukan setelah operasi pencarian dan penyelamatan berskala besar yang berlangsung selama dua hari.
Advertisement
Pesawat yang jatuh sebelumnya diidentifikasi sebagai F-15 Strike Eagle dengan dua awak di dalamnya. Salah satu anggota kru disebut berhasil diselamatkan lebih awal, sementara kopilot kemudian ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami luka.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut operasi tersebut sebagai salah satu misi penyelamatan paling berani dalam sejarah militer negaranya.
BACA JUGA
“Militer Amerika telah melakukan operasi luar biasa untuk menyelamatkan salah satu perwira kami. Ia kini dalam kondisi aman,” ujarnya.
Operasi Besar-besaran
Misi penyelamatan melibatkan ratusan personel pasukan khusus, puluhan pesawat tempur, serta dukungan teknologi pengintaian, termasuk sistem ruang angkasa dan siber.
Setelah berhasil melontarkan diri dari pesawat, kopilot dilaporkan berlindung di area pegunungan dan bertahan dengan bantuan alat pelacak serta radio komunikasi.
Dalam upaya mengamankan proses evakuasi, Badan Intelijen Pusat disebut menjalankan operasi pengelabuan dengan menyebarkan informasi bahwa pilot telah dievakuasi melalui jalur darat. Strategi ini dilakukan untuk menghindari deteksi dari pihak lawan.
Saling Klaim di Tengah Konflik
Di sisi lain, media Iran sebelumnya melaporkan kemungkinan penangkapan pilot oleh militer setempat setelah pesawat ditembak oleh sistem pertahanan udara di wilayah selatan Isfahan.
Namun, klaim tersebut dibantah oleh pihak Amerika Serikat yang memastikan awak pesawat telah berhasil diselamatkan. Bahkan, laporan lain menyebut evakuasi dilakukan menggunakan helikopter militer.
Insiden ini menjadi bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, menyusul serangkaian serangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam beberapa waktu terakhir.
Situasi yang terus memanas tersebut meningkatkan risiko konfrontasi terbuka yang dapat berdampak pada stabilitas kawasan maupun global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
Advertisement
TKA SMP Digelar 8-9 April, Disdik Gunungkidul Jamin Kesiapan
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
- Viral Meteor Langit di Lampung, Ini Fakta Sebenarnya
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 5 April 2026
- Lengkap! Jadwal Misa Paskah 2026 di Jogja, Sleman dan Bantul
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- Korban Luka di UEA Tembus 217, WN Rusia Ikut Terdampak
Advertisement
Advertisement






