Advertisement
Mensos: Program Makan Bergizi Gratis untuk Lansia Masih Dimatangkan
Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa rencana implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat lanjut usia (lansia) saat ini masih berada pada tahap pematangan konsep.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menegaskan, pemerintah belum masuk pada fase pelaksanaan karena sejumlah aspek teknis masih terus dibahas secara mendalam.
Advertisement
“Ya, itu baru mematangkan konsep,” ujar Gus Ipul usai menghadiri pertemuan dengan Perhimpunan Jiwa Sehat di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat (26/2/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul saat menanggapi perkembangan rencana MBG untuk lansia, menyusul pertemuannya dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, beberapa waktu lalu.
BACA JUGA
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama yang tengah dimatangkan adalah skema distribusi makanan bergizi melalui Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG). Nantinya, dapur SPPG akan menyiapkan makanan yang kemudian disalurkan kepada lansia melalui petugas Kementerian Sosial, kelompok masyarakat (pokmas), serta tenaga pendamping atau caregiver.
“Direncanakan seperti itu, tetapi kami masih mematangkan dulu supaya nanti dapurnya bisa lebih banyak dan menjangkau lebih luas,” jelasnya.
Gus Ipul juga mengungkapkan, pemerintah menargetkan cakupan penerima manfaat MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas dapat diperluas secara signifikan. Jika saat ini program serupa baru menjangkau sekitar 100 ribu lansia dan 36 ribu penyandang disabilitas, ke depan jumlah tersebut diharapkan meningkat drastis.
“Harapan kami bisa menjangkau antara 300 ribu sampai 500 ribu penerima manfaat. Tapi sekali lagi, semua ini masih dalam tahap perencanaan,” ujarnya.
Sebelumnya, Gus Ipul menegaskan bahwa penetapan penerima manfaat MBG akan dilakukan melalui mekanisme asesmen berbasis data milik Kementerian Sosial dan pemerintah daerah. Data tersebut kemudian disahkan oleh kepala daerah sebelum diserahkan kepada Badan Gizi Nasional sebagai dasar pelayanan di SPPG.
Adapun sasaran utama program ini adalah lansia berusia di atas 75 tahun yang tinggal seorang diri, serta penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan akses dalam pemenuhan kebutuhan gizi harian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Serapan Anggaran Sleman 17,34 Persen, Pemkab Klaim Masih Aman
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Pemadaman Listrik Jogja Hari Ini 14 April 2026
- Remaja Tewas di Arteri Madukoro Seusai Tabrak Lari Malam Hari
- Peta Mobil Terlaris Bergeser di Kuartal 1 2026, Ini Daftarnya
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 14 April 2026, Lengkap
- Update WhatsApp iPhone Bikin Chat dan Foto Lebih Mudah
- Dapur MBG di Ngawi Meledak Timbulkan Luka Bakar, Diselidiki Labfor
- Kelok 23 Punya View Laut, Disiapkan Jadi Destinasi Baru
Advertisement
Advertisement








