Advertisement

Perang Sarung di Grobogan Berujung Maut, Enam Remaja Ditahan

Newswire
Kamis, 26 Februari 2026 - 14:57 WIB
Maya Herawati
Perang Sarung di Grobogan Berujung Maut, Enam Remaja Ditahan Foto ilustrasi perang sarung, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Advertisement

Harianjogja.com, GROBOGAN—Aksi perang sarung di Grobogan, Jawa Tengah, berujung tragis setelah seorang pelajar meninggal dunia seusai perkelahian antarkelompok remaja pada Rabu malam Kamis, (26/2/2026)). Hal ini ditegaskan Polres Grobogan dengan mengamankan enam remaja yang diduga terlibat serta menyita sejumlah barang bukti sarung yang digunakan dalam kejadian tersebut.

Peristiwa perang sarung Grobogan itu terjadi di Lapangan Sepak Bola Desa Termas, Dusun Mrayun, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sekitar pukul 22.30 WIB. Korban meninggal dunia diketahui bernama Zaki Mandala Rifki (16), pelajar kelas IX SMP Negeri Karangrayung, warga Dusun Mrayun RT 03 RW 01, Desa Termas.

Advertisement

Kepala Polres Grobogan Ajun Komisaris Besar Polisi Ike Yulianto Wicaksono menjelaskan seluruh remaja yang terlibat telah diamankan bersama barang bukti berupa tujuh sarung yang digunakan saat perkelahian berlangsung.

“Penanganan kasus ini dilakukan sesuai Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta mengacu pada sistem peradilan pidana anak karena para pihak yang terlibat masih di bawah umur,” ujarnya.

Menurut Ike, kejadian bermula sekitar pukul 21.45 WIB ketika korban mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada salah satu rekannya untuk mengajak berkelahi. Ajakan tersebut kemudian disanggupi, lalu korban bersama sejumlah temannya mendatangi kelompok remaja lain untuk ikut serta dalam pertemuan tersebut.

“Selanjutnya kedua kelompok sepakat bertemu di lapangan sepak bola Desa Termas sebagai lokasi perkelahian,” ujarnya.

Sesampainya di lokasi, kedua kelompok remaja itu terlibat perang sarung dengan sarung yang diikat pada bagian ujungnya. Dalam perkelahian tersebut, korban sempat terlihat lemas dan mengalami kesulitan bernapas sebelum akhirnya terjatuh serta tidak sadarkan diri.

Teman-temannya kemudian membawa korban ke pinggir lapangan dan mengantarkannya pulang ke rumah. Pihak keluarga selanjutnya membawa korban ke Puskesmas Karangrayung I untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Pihak keluarga selanjutnya membawa korban ke Puskesmas Karangrayung I. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” ujar Kapolres.

Mendapat laporan kejadian tersebut, jajaran Polsek Karangrayung bersama Tim Inafis Polres Grobogan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus perang sarung Grobogan yang menewaskan pelajar tersebut.

Kapolres juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari, untuk mencegah terjadinya tindakan kekerasan serupa di masyarakat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga anak-anak kita agar tidak terjerumus dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Kasus perang sarung Grobogan ini menjadi pengingat pentingnya peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial dalam mencegah perilaku kekerasan di kalangan remaja, terutama menjelang Ramadan ketika aktivitas malam hari anak-anak cenderung meningkat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jalan di Wonosari Digali Ilegal, DPUPRKP Gunungkidul Lapor Polisi

Jalan di Wonosari Digali Ilegal, DPUPRKP Gunungkidul Lapor Polisi

Gunungkidul
| Kamis, 26 Februari 2026, 18:27 WIB

Advertisement

Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah

Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah

Wisata
| Selasa, 24 Februari 2026, 13:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement