Advertisement
UMKM Jogja Didorong Naik Kelas Lewat Penguasaan Digital
Pelatihan dan Pendampingan bagi pelaku UMKM di Gedung Kemantren Kotagede, Jogja, Kamis (20/11 - 2025).
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Pelaku UMKM dinilai perlu terus didorong untuk naik kelas, salah satunya melalui penguasaan teknologi. Selain literasi digital, pendampingan dan akses pembiayaan juga menjadi kebutuhan penting agar usaha mereka semakin berkembang.
Rafi Farhan Fahrurrozi dari Titik Balik Academy Jogja mengatakan sebagian besar pelaku UMKM masih minim literasi digital sehingga memerlukan pelatihan berkelanjutan. “Penguasaan digital marketing ini dibutuhkan untuk memperluas pemasaran produk UMKM bahkan hingga mancanegara,” ujarnya di sela Pelatihan dan Pendampingan bagi pelaku UMKM di Gedung Kemantren Kotagede, Jogja, Kamis (20/11/2025).
Advertisement
Pelatihan digelar oleh Rumah BUMN Jogja bekerja sama dengan Pegadaian dan diikuti 35 pelaku UMKM di Kotagede. Selain Rafi, hadir pula pemateri dari Pegadaian Jogja, Uswatun Khasanah, serta Lutgardis Thea dari Rumah BUMN Jogja. “Dengan memanfaatkan digital marketing, produk UMKM akan menyasar pasar pengguna media sosial. Ini peluang yang sangat luas,” lanjut Rafi.
Menurutnya, penjualan produk UMKM melalui pemasaran digital menunjukkan progres positif. Tantangannya kini ada pada kemampuan pelaku UMKM dalam mengemas produk, menjaga kualitas, serta konsisten mempromosikannya. “Kualitas produk UMKM Jogja sebenarnya tidak kalah. Yang perlu ditingkatkan adalah pengemasan, pendampingan, dan akses permodalan,” katanya.
BACA JUGA
Perwakilan Rumah BUMN Jogja, Lutgardis Thea, menjelaskan kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu beradaptasi dengan perubahan industri. “Tujuannya membantu pelaku UMKM naik kelas. Melalui pelatihan dan pendampingan, kami ingin mendorong mereka memahami manajemen usaha, pemasaran digital, hingga pengembangan produk,” jelasnya.
Kolaborasi Rumah BUMN dan Pegadaian, menurutnya, menjadi langkah strategis untuk memberikan solusi pembiayaan bagi UMKM yang masih terkendala modal. Pelaku UMKM juga diberi pemahaman tentang berbagai layanan keuangan yang dapat mendukung pengembangan usaha. “Kami ingin memperkuat kemampuan usaha sekaligus membuka akses permodalan. Pegadaian punya banyak skema pembiayaan yang ramah UMKM,” ujarnya.
Selain pembiayaan, peserta juga difasilitasi untuk memperluas jejaring bisnis melalui sesi berbagi pengalaman dan kurasi produk. “Rumah BUMN bersama Pegadaian berkomitmen terus memberdayakan UMKM agar memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” kata Thea.
Sementara itu, perwakilan Pegadaian Jogja, Uswatun Khasanah, memaparkan berbagai bentuk investasi dan layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM. Salah satunya Tabungan Emas, program yang memungkinkan masyarakat berinvestasi emas secara mudah dan terjangkau.
Selain itu, Pegadaian juga menyediakan layanan Gadai Emas untuk kebutuhan dana cepat. “Dengan Tabungan Emas, masyarakat bisa membeli emas sedikit demi sedikit dan mencetaknya kapan pun. Kalau butuh dana mendadak, emas bisa digadai dengan proses cepat dan aman,” jelasnya.
Uswatun menegaskan bahwa seluruh layanan emas Pegadaian dirancang agar masyarakat dapat berinvestasi secara aman dan fleksibel. “Kami ingin memudahkan. Mau menabung emas sedikit-sedikit bisa, punya emas batangan bisa, dan butuh dana cepat pun bisa. Layanan KUR Pegadaian juga tersedia dengan prosedur yang transparan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dadap Sumilir Kulonprogo Hidupkan Lagi Cita Rasa Jawa Lewat Nasi Takir
Advertisement
Wisata Petik Melon Gaden Diserbu Pengunjung saat Panen Perdana
Advertisement
Berita Populer
- Cegah Abrasi, 5.000 Pohon Mangrove Ditanam di Pantai Baros Bantul
- Keluarga Temanggung Temui PMI Korban Penyiksaan di Malaysia
- Banom NU Serukan Persatuan Redam Gejolak Internal
- UI Terima Permohonan Maaf Ko-Promotor Disertasi Bahlil
- Pemangkasan Infrastruktur Dinilai Ancam Pekerja di DIY
- PJJ Challenge Jangkau 985 Peserta Seluruh Indonesia
- Pendampingan Psikis Anak Pascabencana Perlu Libatkan Orang Tua
Advertisement
Advertisement



