Menyelamatkan Si Miskin dari Muslihat Jahat Bandar Judol
Pemerintah menindak penerima bansos yang terindikasi judi online. Sebanyak 1,49 juta KPM ditangguhkan dan pengawasan diperketat.
Seismograf gempa bumi - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, JEPANG—Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 melanda lepas pantai timur laut, Jepang, Minggu (9/11/2025). Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami untuk Prefektur Iwate setelah gempa bermagnitudo 6,7 di negara tersebut.
Dampak gempa juga menyebabkan pemadaman listrik dan penghentian sementara layanan shinkansen. Dilansir Antara, tsunami setinggi hingga 1 meter diperkirakan mencapai Prefektur Iwate akibat gempa yang terjadi pada pukul 17.03 waktu setempat di lepas pantai Sanriku.
Gempa ini terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer. Gempa mencapai intensitas seismik 4 dari maksimum 7 di sejumlah wilayah di Prefektur Iwate dan Miyagi.
Gelombang tsunami setinggi 10 sentimeter terpantau di Ofunato dan gelombang kecil juga mencapai Miyako, yang keduanya berada di Prefektur Iwate, katanya.
Sementara itu, layanan kereta Shinkansen Tohoku dengan rute Stasiun Sendai dan Shin-Aomori kembali beroperasi setelah sempat dihentikan sementara, menurut JR East.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah menindak penerima bansos yang terindikasi judi online. Sebanyak 1,49 juta KPM ditangguhkan dan pengawasan diperketat.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.