SE Mendikdasmen Terbit, 549 Guru Honorer Sragen Terancam Tergusur
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Sri Sultan Hamengku Buwono X saat melayat PB XIII di Keraton Solo pada Selasa (4/11/2025). - JIBI/Solopos/Ahmad Kurnia
Harianjogja.com, SOLO—Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Adipati Paku Alam X melayat Paku Buwono XIII di Keraton Surakarta, Selasa (4/11/2025). Keduanya datang memberi penghormatan terakhir dan menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya raja Keraton Solo.
Sultan HB X tiba di Keraton Solo sekitar pukul 11.50 WIB. Mengenakan jas lengkap berwarna hitam, HB X didampingi oleh permaisuri, GKR Hemas, dan beberapa putrinya. Sebelumnya, sekitar pukul 10.30 WIB, Adipati Pakualaman, Paku Alam X tiba terlebih dahulu sebelum rombongan HB X.
Mereka diterima langsung oleh keluarga Keraton Solo di Kori Kamandungan dan masuk melalui pintu tengah Kamandungan yang memang dikhususkan bagi tamu-tamu VIP selama prosesi persemayaman PB XIII.
Rombongan langsung menuju ke Sasana Parasdya tempat peti jenazah PB XIII berada. Di sana, tampak HB X dan Paku Alam X mendoakan jenazah PB XIII yang disemayamkan dalam peti berlapis kain putih.
Ditemui awak media seusai menyampaikan doa tersebut, Sultan HB X mengungkapkan rasa duka cita mendalam atas mangkatnya Paku Buwono XIII. “Saya menyampaikan duka cita dan itu sudah saya sampaikan beberapa hari yang lalu. Semoga semuanya berjalan lancar tidak ada halangan, semoga juga Keraton Surakarta aman-aman saja, nyaman-nyaman saja,” kata Sri Sultan.
Sultan HB X mengaku mengenal PB XIII dan berkomunikasi dengan baik semasa hidupnya. Walaupun untuk bertemu, lanjutnya, relatif jarang terjadi. “Untuk bergaul dan sebagainya itu kan relatif jarang. Jadi saya enggak berani memberikan pemikiran [tentang PB XIII],” jelasnya.
"Anak-anak saya juga berkomunikasi sehingga tidak tertutup, hanya momentum yang diperlukan untuk dilihat publik kan cari waktunya yang susah. Karena kalau upacara pun kan bersamaan. Jadi momentum itu tidak mudah ditemukan tapi kalau komunikasi tetap dilakukan," tambahnya.
Salah satu putri PB XIII, GKR Timur Rumbai, menyampaikan terima kasih atas kunjungan HB X ke Keraton Solo. Antara PB XIII dan HB X, lanjut dia, kerap bertemu semasa hidup PB XIII, namun untuk berkunjung ke Keraton Solo ini adalah yang pertama.
“Setelah Sinuhun PB XIII bertakhta ketemunya [dengan HB X] di Mangkunegaran dan di Pakualaman. Kunjungan sendiri sudah beberapa kali, apalagi saat PB XII sugeng itu sering tindak. Itu saya tahu karena saat itu saya menari saat itu,” kata dia.
Lebih lanjut, GKR Timur juga menyampaikan HB X memberi dukungan atas prosesi pemakaman pada Rabu besok. “Untuk prosesi pemakaman sudah ada koordinasi dengan Yogyakarta, jadi setelah nanti [tiba] di Prambanan itu nanti sudah dipertemukan dengan pengawalan Keraton Ngayogyakarta, Sri Sultan sudah menyampaikan hal itu,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.