Advertisement
PBNU Ingatkan Pesantren Tidak Berorientasi pada Keuntungan
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat melantik Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi NTB masa khidmat 2025-2030 di Auditorium UIN Mataram, Minggu (14/9/2025). ANTARA - Nur Imansyah
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan pesantren agar tidak berorientasi pada keuntungan, tetapi lembaga yang fokus pada khidmat atau pengabdian dan pelayanan.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa pesantren bukan badan usaha dengan bisnis untuk mendapatkan keuntungan. Keberadaan pesantren adalah khidmat yang non-profit, disediakan secara ikhlas untuk anak-anak supaya mendapatkan kesempatan belajar.
Advertisement
"Pesantren memiliki tradisi tidak hanya menuntut ilmu saja, tetapi juga melatih para santri untuk membersihkan jiwa dan memberikan pelayanan dengan niat yang tulus," katanya, Jumat (10/10/2025).
Yahya juga menanggapi terkait isu eksploitasi santri di Pondok Pesantren Al-Khoziny, yang menurutnya bukan hal yang benar karena para santri tersebut sudah memiliki niat gotong royong membangun pesantren yang menjadi tempat tinggal mereka sendiri.
BACA JUGA
"Itu bukan eksploitasi, itu kan tradisi dan bagian dari kegiatan pendidikan di lingkungan pesantren. Kalau kerja bakti ya kan sama saja, kita juga di kampung itu bersih-bersih selokan segala macam itu kerja bakti, mereka membangun untuk kepentingan mereka sendiri. Kalau di pesantren itu mereka misalnya membuat gedung untuk madrasah, untuk belajar. Mereka membuat gedung untuk kamar-kamar tempat tinggal itu untuk mereka tempati sendiri dan seterusnya itu menjadi tradisi di pesantren," paparnya.
Yahya juga mengemukakan, kasus ambruknya mushalla Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur menjadi pembelajaran perbaikan pesantren secara sistemis, utamanya terkait infrastruktur.
"Kita tahu itu baru puncak dari gunung es masalah infrastruktur, di mana pesantren harus kita perjuangkan bersama untuk perbaikan-perbaikan yang lebih lanjut nantinya," katanya.
Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang bergerak cepat untuk membangun kembali ponpes tersebut dan terus menunjukkan perhatiannya kepada seluruh santri. "Kita berterima kasih bahwa pemerintah sudah menunjukkan perhatian dalam hal ini, mudah-mudahan nanti secara sistemis masalah ini bisa kita selesaikan," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Pemkot Jogja Kaji WFH Bagi ASN Guna Tekan Biaya Operasional Kendaraan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
Advertisement
Advertisement





