Advertisement
Imunisasi Anak Belum Optimal, IDAI Dorong Edukasi Diperluas
Imunisasi anak balita. / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman manfaat imunisasi agar cakupan vaksinasi anak merata. Hal ini karena cakupan imunisasi di daerah masih rendah.
Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso menyampaikan bahwa pemahaman masyarakat mengenai imunisasi anak umumnya memang sudah tinggi di kota-kota besar, tetapi tidak demikian halnya dengan masyarakat di daerah.
Advertisement
"Kita tidak pungkiri bahwa di kota-kota besar orang tua yang kesadaran akan imunisasi itu tinggi itu ya cakupan imunisasi akan tinggi," katanya di Jakarta, Sabtu (20/9/2025).
Menurut dia, masih ada anggota masyarakat yang memperdebatkan perlunya vaksinasi anak di beberapa daerah. Masih ada pula warga yang menolak anaknya divaksinasi.
Kondisi yang demikian membuat cakupan program imunisasi anak tidak optimal dan meningkatkan peluang munculnya kejadian luar biasa penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi.
BACA JUGA: Polres Bantul Beberkan Kasus Perkosaan Remaja 17 Tahun oleh 3 Pemuda
"KLB bermunculan kembali jadi satu fakta bahwa cakupan imunisasi di Indonesia itu tidak optimal," kata Piprim.
Baru-baru ini kejadian luar biasa penyakit campak terjadi di daerah Sumenep, Jawa Timur. Kasus campak di daerah itu meningkat dan menyebabkan 17 orang meninggal. Pemerintah melaksanakan vaksinasi untuk mencegah penularan campak pada anak-anak di daerah tersebut.
Piprim mengatakan, kegiatan edukasi mengenai pentingnya vaksinasi untuk melindungi anak dari penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi harus ditingkatkan.
"Jadi, saya kira kita tidak lagi bisa mengabaikan pentingnya edukasi terhadap imunisasi. Penting adanya penguatan kembali imunisasi, supaya hal-hal seperti ini bisa diatasi dengan baik," katanya.
"Penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi jauh lebih berbahaya dibandingkan efek samping ringan setelah disuntik," ia menambahkan.
Piprim mengemukakan perlunya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya imunisasi anak.
"Tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi dengan bahasa sederhana agar orang tua semakin percaya bahwa vaksinasi sangat bermanfaat," katanya.
Vaksinasi dapat melindungi anak dari penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi, termasuk di antaranya campak, hepatitis B, poliomyelitis, tuberkulosis, difteri, pertusis, tetanus, dan pneumonia.
Guna mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan cakupan vaksinasi pada anak, IDAI mengadakan kegiatan Vaksinasi Massal Balita bekerja sama dengan Rumah Vaksinasi dan Posyandu.
"Ini adalah bentuk support kita sebagai dokter anak untuk membantu program pemerintah untuk meningkatkan cakupan imunisasi," kata Piprim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
Advertisement
TKA SMP Digelar 8-9 April, Disdik Gunungkidul Jamin Kesiapan
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
- Viral Meteor Langit di Lampung, Ini Fakta Sebenarnya
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 5 April 2026
- Lengkap! Jadwal Misa Paskah 2026 di Jogja, Sleman dan Bantul
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- Korban Luka di UEA Tembus 217, WN Rusia Ikut Terdampak
Advertisement
Advertisement







