Advertisement
Buaya Berkeliaran di Sungai Progo, Dislautkan DIY Bikin Tim Jejaring Penanganan
Buaya di sungai. / Foto ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Buaya muncul di aliran Sungai Progo, Padukuhan Juwono, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pun membentuk Tim Jejaring Penanganan Buaya.
"Sejak kami mendapat laporan, kami langsung terjun ke lapangan dan membentuk (Tim) Jejaring Penanganan Buaya bersama sejumlah instansi terkait," kata Kepala Bidang Kelautan, Pesisir, dan Pengawasan DKP DIY Veronica Vony Rorong, Jumat (6/6/2025).
Advertisement
Tim gabungan itu terdiri dari DKP DIY, DKP Kabupaten Bantul, Loka PSPL Serang, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Fakultas Biologi UGM, Gembira Loka Zoo, serta sejumlah relawan.
Menurut Vony, pembentukan jejaring itu merupakan langkah awal menghadapi situasi yang belum pernah ditangani instansinya secara langsung, terutama dalam masa transisi pelimpahan kewenangan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Terus terang, kami juga baru kali ini menangani langsung kasus seperti ini. Tapi tentu saja ketika kami menerima laporan, kami tetap harus memberikan respons cepat agar masyarakat merasa aman," ujarnya.
Menurut dia, tim telah memberikan imbauan kepada warga dan memasang penanda di sekitar lokasi kemunculan buaya untuk menghindari aktivitas yang terlalu dekat dengan area tersebut.
BACA JUGA: Tahapan Ibadah Haji Kelar, Seluruh Jemaah Indonesia Tinggalkan Muzdalifah
"Tujuannya agar buaya tidak berpindah tempat. Karena kita tahu bersama, buaya itu hewan teritorial. Kami mengimbau masyarakat untuk seminimal mungkin menjauhi lokasi agar buaya tetap berada di wilayahnya," kata dia.
Menurut hasil pemantauan awal, ada dua ukuran buaya yang terekam warga. Salah satu berukuran besar dan satu lagi berukuran kecil, meskipun hingga saat ini keduanya belum pernah terlihat secara bersamaan.
"Jadi kami belum bisa pastikan jumlahnya. Tapi dengan dua ukuran itu, untuk sementara kami asumsikan ada dua ekor," ucap Vony.
Ia menduga buaya-buaya tersebut bukan berasal dari habitat alami, melainkan buaya peliharaan yang dilepas ke alam. Hal ini mengingat Sungai Progo bukan habitat asli buaya.
"Kami mendengar ada juga orang yang memelihara buaya kecil, tentunya dari luar Yogya ya. Saat kecil terlihat lucu dan menggemaskan, tapi ketika sudah besar dan sifat predatornya muncul, bisa saja dilepas begitu saja. Tapi kami tidak tahu pasti, karena wilayah itu bukan habitat buaya," katanya.
Hingga Jumat (6/6/2025) pagi, DKP DIY masih menerima video dari warga yang merekam kemunculan buaya di lokasi yang sama. Tim pengamatan telah ditempatkan di titik tersebut untuk memantau kemunculan dan perilaku buaya.
"Setelah perilaku buaya diketahui, seperti jam muncul dan lokasinya, kami akan tentukan metode penanganannya. Apakah dijerat atau ditangkap aktif. Jenis buaya akan sangat mempengaruhi metode penanganan, dan saat ini kami masih belum tahu pasti jenisnya," ujar Vony.
Dia memastikan Tim Jejaring Penanganan Buaya akan tetap disiagakan meski nantinya buaya berhasil ditangkap guna mengantisipasi kasus serupa di kemudian hari.
"Intinya kami meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati, menjaga kewaspadaan sampai tim berhasil menangkap buaya, dan nanti akan kami serahkan ke lembaga konservator," tutur Vony.
Sebelumnya, warga Kalurahan Triharjo digegerkan oleh kemunculan buaya di aliran Sungai Progo, wilayah Padukuhan Juwono. Penampakan buaya itu direkam warga dan videonya menyebar luas di media sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
Advertisement
Advertisement







