Menaker Sebut Ekonomi Sirkuler Berpotensi Buka 4,4 Juta Lapangan Kerja
Menaker Yassierli menyebut ekonomi sirkuler berpotensi menciptakan 4,4 juta lapangan kerja dan menambah PDB Rp638 triliun hingga 2030.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengimbau semua pihak untuk menaati aturan yang berlaku terkait kecelakaan beruntun yang terjadi di Gerbang Tol (GT) Ciawi, Jalan Tol Jagorawi. /Istimewa.
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengimbau semua pihak untuk menaati aturan yang berlaku terkait kecelakaan beruntun yang terjadi di Gerbang Tol (GT) Ciawi, Jalan Tol Jagorawi.
"Pertama kita sangat berduka atas tragedi kecelakaan yang memakan korban jiwa, artinya sangat-sangat kita sesalkan hal seperti ini berulang kendati sebetulnya kita juga berupaya sedemikian rupa agar menghindarkan masyarakat dari kecelakaan, apalagi yang fatal. Kita tahu aturan sudah jelas, kita harus sama-sama menaatinya, ada penegakan hukum [law enforcement] yang dilakukan juga, sehingga tidak ada satupun pengguna jalan yang menjadi korban," ujar AHY di Jakarta, Rabu.
BACA JUGA : Persiapan Mudik Lebaran, Pembangunan Infrastruktur Dipercepat
AHY menilai human error sebetulnya bisa dicegah jika mematuhi aturan-aturan yang berlaku. Menteri Perhubungan, kata dia, sudah menegaskan berkali-kali terkait keselamatan berlalu lintas tersebut. Dalam waktu dekat pihaknya akan kembali diundang semua pemangku kepentingan.
"Sekali lagi tidak boleh ada yang lalai dalam menerapkan aturan-aturan yang berlaku, dan tentunya kita semua juga harus terus mengevaluasi, tetapi human error itu bisa dicegah dengan aturan-aturan, dan ini harus ada pengawasan yang ketat dari kita semua," katanya.
Sebagai informasi, petugas kepolisian dan pihak RSUD Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, hingga Rabu pagi, masih mengidentifikasi delapan korban tewas dan 11 korban luka-luka dalam kecelakaan di gerbang tol Ciawi 2 Tol Jagorawi ke arah Jakarta.
Informasi menyebutkan dari delapan korban tewas terdiri atas tujuh pria dan satu orang berjenis kelamin wanita. Dari tujuh pria yang tewas, dua diantaranya dalam kondisi hangus terbakar.
Sementara lima pria yang tewas antara lain memiliki ciri-ciri, korban pertama, usia sekitar 40-50 tahun, rambut hitam lurus pendek, memakai kaus hitam dan celana panjang coklat. Korban kedua, usia 50-60 rambut ikal putih, berkaus merah dan celana jins. Ketiga, usia 30-40 tahun, rambut hitam lurus pendek berbaju coklat dan celana hitam. Keempat usia 25-35 tahun, rambut ikal hitam pendek, kaus kuning dibalut sweater hitam celana abu-abu. Kelima usia 40-50 tahun, rambut ikal pendek, kemeja hijau tua bergaris putih.
BACA JUGA : Proyek Jalan Jogja Outer Ring Road Tetap Sesuai Rencana, Eksekusinya Tergantung Anggaran
Sementara satu korban tewas wanita berusia sekitar 20-30 tahun, baju hitam putih kotak-kotak. Kapolresta Bogor Kota Kombes Eko Prasetyo menyatakan korban kecelakaan maut di Gerbang Tol (GT) Ciawi 2, Kelurahan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, bertambah menjadi delapan meninggal dunia dan 11 luka-luka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menaker Yassierli menyebut ekonomi sirkuler berpotensi menciptakan 4,4 juta lapangan kerja dan menambah PDB Rp638 triliun hingga 2030.
Napoli menahan Lazio 1-1 di Liga Italia 2026/2027. Hasil ini memutus lima kemenangan beruntun Lazio, tetapi mereka tetap di puncak klasemen.
Tanaka Hirataro Setiawan terpilih sebagai Ketua Pengcab Orado Bantul periode 2026-2030 dalam Muscab di Sleman.
Mentan Amran menegaskan bantuan alsintan gratis dan meminta masyarakat melaporkan dugaan penyimpangan melalui kanal Lapor Pak Amran.
PSS Sleman ditahan Bhayangkara Lampung FC 1-1. Hasil ini membuat Super Elja masih tertahan di peringkat ke-16 zona degradasi dengan lima poin.
Presiden Prabowo bertemu 10 mantan Kapolri di Hambalang, Bogor, Minggu (8/11/2026), untuk bertukar pandangan mengenai berbagai isu.