Banyumas Bidik Wisatawan lewat Insentif untuk Agen Travel
Pemkab Banyumas mendorong insentif komisi dan diskon bagi agen travel untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk diskon 30% di Baturraden dan Menara Terat
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengimbau semua pihak untuk menaati aturan yang berlaku terkait kecelakaan beruntun yang terjadi di Gerbang Tol (GT) Ciawi, Jalan Tol Jagorawi. /Istimewa.
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengimbau semua pihak untuk menaati aturan yang berlaku terkait kecelakaan beruntun yang terjadi di Gerbang Tol (GT) Ciawi, Jalan Tol Jagorawi.
"Pertama kita sangat berduka atas tragedi kecelakaan yang memakan korban jiwa, artinya sangat-sangat kita sesalkan hal seperti ini berulang kendati sebetulnya kita juga berupaya sedemikian rupa agar menghindarkan masyarakat dari kecelakaan, apalagi yang fatal. Kita tahu aturan sudah jelas, kita harus sama-sama menaatinya, ada penegakan hukum [law enforcement] yang dilakukan juga, sehingga tidak ada satupun pengguna jalan yang menjadi korban," ujar AHY di Jakarta, Rabu.
BACA JUGA : Persiapan Mudik Lebaran, Pembangunan Infrastruktur Dipercepat
AHY menilai human error sebetulnya bisa dicegah jika mematuhi aturan-aturan yang berlaku. Menteri Perhubungan, kata dia, sudah menegaskan berkali-kali terkait keselamatan berlalu lintas tersebut. Dalam waktu dekat pihaknya akan kembali diundang semua pemangku kepentingan.
"Sekali lagi tidak boleh ada yang lalai dalam menerapkan aturan-aturan yang berlaku, dan tentunya kita semua juga harus terus mengevaluasi, tetapi human error itu bisa dicegah dengan aturan-aturan, dan ini harus ada pengawasan yang ketat dari kita semua," katanya.
Sebagai informasi, petugas kepolisian dan pihak RSUD Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, hingga Rabu pagi, masih mengidentifikasi delapan korban tewas dan 11 korban luka-luka dalam kecelakaan di gerbang tol Ciawi 2 Tol Jagorawi ke arah Jakarta.
Informasi menyebutkan dari delapan korban tewas terdiri atas tujuh pria dan satu orang berjenis kelamin wanita. Dari tujuh pria yang tewas, dua diantaranya dalam kondisi hangus terbakar.
Sementara lima pria yang tewas antara lain memiliki ciri-ciri, korban pertama, usia sekitar 40-50 tahun, rambut hitam lurus pendek, memakai kaus hitam dan celana panjang coklat. Korban kedua, usia 50-60 rambut ikal putih, berkaus merah dan celana jins. Ketiga, usia 30-40 tahun, rambut hitam lurus pendek berbaju coklat dan celana hitam. Keempat usia 25-35 tahun, rambut ikal hitam pendek, kaus kuning dibalut sweater hitam celana abu-abu. Kelima usia 40-50 tahun, rambut ikal pendek, kemeja hijau tua bergaris putih.
BACA JUGA : Proyek Jalan Jogja Outer Ring Road Tetap Sesuai Rencana, Eksekusinya Tergantung Anggaran
Sementara satu korban tewas wanita berusia sekitar 20-30 tahun, baju hitam putih kotak-kotak. Kapolresta Bogor Kota Kombes Eko Prasetyo menyatakan korban kecelakaan maut di Gerbang Tol (GT) Ciawi 2, Kelurahan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, bertambah menjadi delapan meninggal dunia dan 11 luka-luka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkab Banyumas mendorong insentif komisi dan diskon bagi agen travel untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk diskon 30% di Baturraden dan Menara Terat
BPBD Sumsel mengerahkan empat helikopter untuk melanjutkan pemadaman karhutla di OKI, Ogan Ilir, dan Muara Enim.
Tecno Megabook K15S hadir di Indonesia dengan Ryzen 5 7430U, layar 15,6 inci, baterai 70 Wh, dan harga mulai Rp8,59 juta.
Volkswagen dikabarkan berencana memangkas 12.000 pekerja tambahan hingga 2030. Serikat IG Metall mengancam mogok mulai 2027.
Danantara mengakuisisi hotel dan lahan di Makkah. Komnas Haji berharap investasi ini meningkatkan layanan sekaligus menekan biaya haji dan umrah.
Jenazah Anggota VI BPK RI Fathan Subchi diperkirakan tiba di Jakarta pada Senin, lalu disemayamkan di Kantor BPK dan rumah duka di Condet.