Advertisement

Masalah Delay Pesawat Jemaah Haji, Kemenhub Akhirnya Blak-blakan

Artha Adventy
Senin, 28 Oktober 2024 - 22:17 WIB
Arief Junianto
Masalah Delay Pesawat Jemaah Haji, Kemenhub Akhirnya Blak-blakan Jemaah haji / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya memaparkan on time performance (OTP) pesawat Haji 2024. Sejumlah kendala menjadi biang kerok keterlambatan pesawat tersebut. 

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menjelaskan OTP menjadi perhatian Kemenhub. Secara keseluruhan OTP haji 2024 sebesar 85,80% dengan 157 kloter delay. “Jadi yang menjadi perhatian adalah OTP 2024 fase 1 atau 2 dengan 553 kloter. Di fase I OTP sebesar 86,98 persen dengan 72 kloter delay atau mengalami keterlambatan.

Advertisement

Sedangkan, fase 2 pemulangan OTP sebesar 84,63% dengan delay 85 kloter,” kata Lukman dalam Rapat Kerja dengan Pemerintah terkait evaluasi Haji 2024 dengan Komisi VIII DPR RI, Senin (28/10/2024). 

Adapun, Lukman memaparkan faktor penyebab keterlambatan pesawat yaitu teknis dan operasional.

Permasalahan teknis pesawat yaitu mesin terbakar, kebocoran bahan bakar di pesawat, penggantian roda pesawat, aircraft auxiliary power unit bermasalah, serta AC bermasalah sehingga efek domino penerbangan selanjutnya.

Kemudian untuk faktor operasional berasal dari keterlambatan pesawat yang menyebabkan perubahan slot time pada penerbangan selanjutnya, rotasi pesawat, gate limitation, proses immigration, masalah cuaca, masalah kru, jamaah sakit, hingga ATC clearance

Lukman mengklaim ke depan Kemenhub akan berkoordinasi lebih lanjut dengan operator penerbangan Kementerian Agama RI dan Kerajaan Saudi Arabia guna peningkatan pelayanan angkutan haji berikutnya. 

Senada, Direktur Niaga Garuda Indonesia Ade R. Susardi mengatakan klasifikasi keterlambatan yaitu 10% merupakan teknikal, 4% nonteknikal, 15 pax handling, serta 71% operational keterlambatan misal suhu di Madinah.  “Kami melakukan service recovery selama musim haji selama keterlambatan kita gunakan pesawat reguler untuk menggantikan yang rusak,” kata Ade.  Pesawat ganti tersebut adalah dua airbus dan dua pesawat Boeing 738 yang melayani 9 kloter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Geger Sepehi Bukan Sekadar Serangan, Ini Fakta Sejarahnya

Geger Sepehi Bukan Sekadar Serangan, Ini Fakta Sejarahnya

Jogja
| Minggu, 05 April 2026, 11:37 WIB

Advertisement

Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya

Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 08:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement