Advertisement
Tolak Muktamar VI, Sejumlah Fungsionaris PKB Datangi Kemenkumham Siang Ini
Mantan Sekjen PKB Muhammad Lukman Edy saat memberikan keterangan pers di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (31/7/2024). (ANTARA - Rio Feisal)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Mantan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Lukman Edy beserta sejumlah fungsionaris PKB akan mendatangi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada Selasa (27/8/2024) siang ini untuk menolak hasil Muktamar VI PKB.
“Pada dasarnya ke Kemenkumham adalah mengantar tembusan surat saya ke Majelis Tahkim PKB, semacam mahkamah partai,” kata Lukman saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Selasa.
Advertisement
Ia menjelaskan bahwa surat tersebut berisikan penolakan terhadap hasil Muktamar VI PKB pada 24-25 Agustus di Bali.
Setelah itu, ia mengatakan bahwa pihaknya akan fokus melaksanakan muktamar tandingan pada 2-3 September di Jakarta.
Berdasarkan agenda yang diterima ANTARA, Lukman Edy dan fungsionaris PKB akan menyerahkan berkas penolakan ke Kantor Kemenkumham di Jakarta, pada Selasa siang atau pukul 13.00 WIB.
BACA JUGA: Ratusan Massa Beratribut PKB Gelar Demo Minta Muktamar DIbubarkan
Sebelumnya, Muktamar VI PKB menetapkan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk menjabat kembali sebagai ketua umum partai politik tersebut.
Keputusan itu ditetapkan dalam Sidang Pleno Ke-4 Muktamar PKB usai 38 dewan pimpinan wilayah secara aklamasi meminta Cak Imin menjabat Ketua Umum PKB periode 2024-2029 pada Sidang Pleno Ke-2.
“Saya menerima permintaan sahabat-sahabat untuk mengurus PKB periode 2024-2029,” kata Cak Imin di Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (24/8).
Selain itu, Muktamar VI PKB turut menetapkan Wakil Presiden Ma’ruf Amin sebagai Ketua Dewan Syura PKB periode 2024-2029.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Longsor dan Pergerakan Tanah Terjang Tiga Kecamatan di Bogor
- Delapan Tahun Terjerat Judi Online, Erwin Kehilangan Rp800 Juta
- Ketegangan AS-Iran Meningkat, Trump Pertimbangkan Aksi Militer
- IDAI Ungkap PHBS Jadi Benteng Utama Hadapi Virus Nipah
- Antisipasi Virus Nipah, Singapura Perketat Pemeriksaan di Changi
Advertisement
Belum Ada PMK di Jogja, Pemerintah Perketat Pengawasan Ternak
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Rapat Pleno PBNU Pulihkan Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum
- KPK Kantongi Hasil Audit Kerugian Negara Proyek Gedung Pemkab Lamongan
- KRL Jogja-Solo Normal, Ini Jadwal Lengkap Perjalanan Jumat 30 Januari
- Industri Minuman Alkohol Sumbang Triliunan Rupiah ke Ekonomi Nasional
- KJRI Johor Bahru Ungkap Kronologi Penyelundupan 7,5 Ton Pasir Timah
- Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 30 Januari, Permudah Mobilitas Warga
- Disdikpora Kulonprogo Beri Tali Asih Siswa SD Bawa Adik ke Sekolah
Advertisement
Advertisement



