Advertisement

Penambahan Terluas di Indonesia, Areal Tanam Padi di Jateng Meluas hingga 110.265 Hektare

Media Digital
Jum'at, 02 Agustus 2024 - 17:37 WIB
Arief Junianto
Penambahan Terluas di Indonesia, Areal Tanam Padi di Jateng Meluas hingga 110.265 Hektare Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana (kanan) hadir dalam Rakor Penambahan Areal Tanam, Pompanisasi, dan Pembinaan Penyuluh Pertanian Provinsi Jawa di Balai Diponegoro Kodam IV/Diponegoro, Jumat (2/8/2024). - Istimewa

Advertisement

SEMARANG—Provinsi Jawa Tengah menjadi wilayah dengan penambahan areal tanam (PAT) terbaik se-Indonesia berdasarkan jumlah luasan. Per 30 Juli 2024, penambahan areal tanam padi telah mencapai 110.265 hektare. Jumlah luasan tersebut sebanyak 65% dari yang ditargetkan sebanyak  159.897 hektare. 

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan capaian ini merupakan bentuk komitmen pemerintah, baik provinsi maupun Pusat untuk mewujudkan swasembada pangan. Apalagi, Jawa tengah dijadikan sebagai penumpu pangan nasional. 

Advertisement

Pelaksanaan Penambahan Areal Tanam (PAT) di Jawa Tengah dilaksanakan oleh stakeholder, meliputi Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kementerian PUPR,  dan TNI. 

"Dengan semangat yang ada dan dukungan dari Pak Presiden, kami yakin perkembangan dan peningkatan areal tanam ini bisa kita maksimalkan," kata Nana saat Rakor Penambahan Areal Tanam, Pompanisasi, dan Pembinaan Penyuluh Pertanian Provinsi Jawa di Balai Diponegoro Kodam IV/Diponegoro, Jumat (2/8/2024).

Berdasarkan perhitungan, tiap hektare luas tanam padi diasumsikan bisa menghasilkan 4,23 ton padi.

Maka dengan jumlah areal tanam seluas 110.265 hektare, bisa  meningkatkan produksi sebesar 446.420,95 ton gabah kering giling. Jumlah itu setara dengan 268.277,73 ton beras.

Adapun untuk bantuan pompanisasi tahun ini, Provinsi Jawa Tengah mendapatkan alokasi sebanyak 4.340 unit pompa dan 894 unit irigasi perpompaan. Selain itu juga mendapat alokasi anggaran belanja tambahan 788 unit irigasi perpompaan dan 1.006 unit irigasi perpipaan.

"Sistem pompanisasi ini dalam rangka memaksimalkan penggunaan lahan kering atau tadah hujan sehingga dapat tertanami, bahkan meningkatkan Indeks Pertanaman. Kita negara penghasil padi. Jadi harus mampu mencukupi kebutuhan sendiri," kata Nana. 

Antisipasi Kemarau

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan prestasi Jawa Tengah ini cukup baik dalam peningkatan areal tanam.

Dari persentase secara nasional, Jawa Tengah adalah provinsi nomor dua dengan jumlah persentase perluasan sampai 6%. "Tetapi jumlahnya terluas dibandingkan semua provinsi di Indonesia. Baru Jawa Tengah yang telah mencapai tiga digit, yaitu 110.000 hektare. Ini membanggakan," katanya.

Sudaryono menjelaskan, rakor di Jawa Tengah digelar untuk memastikan program PAT dan pompanisasi berjalan maksimal. Juga sebagai antisipasi menghadapi kemarau dan fenomena El Nino beberapa bulan ke depan. "Penambahan areal tanam dari pompanisasi ini agar panen kita maksimal. Semua lahan termanfaatkan untuk meningkatkan produksi padi,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Dari Sawah ke Tanah Suci, Kisah Mardijiyono Menjemput Haji di Usia 103

Dari Sawah ke Tanah Suci, Kisah Mardijiyono Menjemput Haji di Usia 103

Jogja
| Sabtu, 04 April 2026, 16:57 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement