Advertisement
Staf UNRWA Dituding Terkait dengan Hamas, Kemenlu: Harus Dibuktikan
Suasana di luar kantor UNRWA di Jalur Gaza. ANTARA / Anadolu Agency
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Staf United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees (UNRWA) atau Agensi Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat dituding terlibat dalam penyerangan Hamas ke Israel. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI minta tudingan ini dibuktikan.
Juru Bicara Kemlu RI Lalu Muhamad Iqbal mengatakan bahwa saat ini diperlukan investigasi yang transparan dan tuduhan itu tentu harus dibuktikan.
Advertisement
"Setiap tuduhan harus dibuktikan. Karena itu, investigasi yang menyeluruh, kredibel dan transparan harus dilakukan," katanya, pada Selasa (30/1/2024).
Dia menyatakan bahwa Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah menginstruksikan Office of Internal Oversight Service (OIOS) atau Kantor Layanan Pengawasan Internal PBB untuk melakukan investigasi. "Kita tunggu hasilnya," ujarnya, kepada para awak media, dalam keterangan resmi.
Selain itu, dia juga mengatakan bahwa Indonesia menyayangkan keputusan sejumlah negara donor yang langsung menangguhkan dukungan keuangan ke UNRWA, sebelum tuduhan itu dibuktikan.
BACA JUGA: Uang Transportasi Pelantikan KPPS di KPU Sleman Senilai Rp1,2 Miliar Segera Cair
Menurutnya, langkah tersebut akan memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza, Palestina, yang saat ini sudah sangat sulit.
Seperti diketahui sebelumnya, sejumlah negara, termasuk Austria, Inggris, Amerika Serikat (AS), Kanada, Jerman dan Italia, bahkan Jepang ikut mengumumkan penangguhan pendanaan untuk UNRWA.
Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini memerintahkan pemecatan beberapa pegawai badan tersebut karena dugaan hubungan dengan serangan Hamas ke Israel, pada tahun lalu.
PBB telah mendesak beberapa negara itu untuk mempertimbangkan kembali keputusan penghentian bantuan keuangan ke UNRWA tersebut, Minggu (28/1/2024).
PBB berjanji bahwa setiap staf yang terbukti terlibat dalam serangan Hamas terhadap Israel akan dihukum dan memperingatkan bantuan untuk 2 juta warga di Gaza Palestina kini dipertaruhkan. (Sumber: Bisnis.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang, Lewat Borobudur dan Kota Lama
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
Advertisement
Advertisement








