Eko Yuli Irawan Bersiap Tampil di Asian Games untuk Kali Keenam
Eko Yuli Irawan diproyeksikan tampil di Asian Games keenam di Aichi-Nagoya 2026 setelah masuk tim angkat besi Indonesia.
Pemberian vaksin difteri - Ilustrasi Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menargetkan 90 persen anak Indonesia terimunisasi human papillo virus (HPV) pada 2030 mendatang guna mengeliminasi kanker serviks.
Target tersebut tertuang dalam Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Serviks Indonesia (2023-2030) yang dideklarasikan bersama antara Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden AS Joseph R. Biden, Jr. usai pertemuan bilateral antara kedua Pemimpin di Gedung Putih pada Senin (13/11).
"Kita harus bekerja sama dalam perjuangan memerangi kanker serviks. Bersama-sama, kita dapat melengkapi perempuan dengan alat yang mereka butuhkan untuk menangkal penyakit yang merusak ini," kata Menkes Budi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Menkes menyatakan kolaborasi dan tekad yang kuat akan membuat kanker serviks dapat dicegah, tidak mahal, dan dapat diatasi oleh setiap perempuan.
Hingga tahun 2027, jelasnya, ditargetkan 90 persen anak perempuan usia 15 tahun mendapatkan imunisasi HPV, dan pada 2028-2030 untuk anak laki-laki. Selain itu, ditargetkan pula cakupan skrining sebesar 75 persen perempuan berusia 30-69 tahun dengan tes DNA HPV, serta pengobatan terhadap 90 persen perempuan dengan lesi pra-kanker dan kanker invasif pada tahun 2030.
"Dengan skenario ini, sebanyak 1,2 juta jiwa akan terselamatkan dari kanker serviks pada tahun 2070," ucapnya.
Senada dengan hal tersebut, Presiden Jokowi menyatakan upaya ini merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam memberantas kanker serviks di dunia.
"Diharapkan dengan strategi ini, Indonesia dapat meraih visi APEC yaitu perempuan dan anak perempuan anggota APEC hidup sehat dan produktif, serta berisiko rendah menderita kanker yang disebabkan oleh HPV," ujarnya.
Untuk diketahui, kanker serviks di Indonesia berisiko terjadi pada lebih dari 103 juta perempuan berusia lebih dari 15 tahun, di mana penyakit ini merupakan jenis kanker terbesar kedua pada perempuan dengan 36.000 wanita terdiagnosis setiap tahunnya.
Selain itu, sekitar 70 persen dari seluruh perempuan yang didiagnosis berada pada stadium lanjut. Hal tersebut mengakibatkan tingginya angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia dengan sekitar 21.000 kematian pada tahun 2020.
Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Serviks merupakan strategi komprehensif untuk memperkuat sistem kesehatan nasional di Indonesia, memperluas akses terhadap pencegahan dan teknologi perawatan yang lebih maju, serta menghilangkan hambatan terhadap intervensi kanker serviks yang berakar pada tantangan sosial, pembiayaan, budaya, sosial, dan struktural.
Rencana Aksi Nasional tersebut, disusun berdasarkan empat pilar tindakan, di antaranya pemberian layanan, pendidikan, pelatihan, dan penjangkauan, pendorong utama kemajuan, dan tata kelola serta kebijakan. Pilar-pilar ini memberikan prioritas khusus pada bidang, strategi, dan program agar Indonesia mampu melompat lebih tinggi menuju eliminasi kanker serviks.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Eko Yuli Irawan diproyeksikan tampil di Asian Games keenam di Aichi-Nagoya 2026 setelah masuk tim angkat besi Indonesia.
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Simak harga dan spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold8, Z Flip8, dan Z Fold8 Ultra, termasuk layar, kamera, chipset, baterai, dan memori.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi 35.936 peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dan menargetkan kenaikan 10 kali lipat.
Kota Magelang dinilai punya potensi menjadi contoh toleransi beragama melalui keberagaman, dialog lintas iman, dan gotong royong.
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak melintasi Indonesia. Simak waktu puncak GMT dan cara menyaksikannya dengan aman.