Advertisement
Relawan Anies-Muhaimin Luncurkan Kentongan Perubahan: Keadaan Negara Sedang Tidak Baik-baik Saja
Bakal calon presiden Anies Baswedan (kiri) dan bakal calon wakil presiden Muhaimin Iskandar (kanan) berfoto bersama di sela Deklarasi Capres-Cawapres 2024 di Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/9/2023). - Antara - Moch Asim
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Gerakan rakyat yang peduli keadilan, perubahan, dan perjuangan rakyat meluncurkan simbol Kentongan Perubahan untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) di Sekretariat Koalisi Perubahan, Jakarta, Jumat (10/11/2023)
"Kami memperkenalkan satu simbol, yakni kentongan perubahan," kata Koordinator Badan Pekerja (Baja) AMIN Sudirman Said dilansir dari Antara
Advertisement
Sudirman Said menjelaskan bahwa gerakan itu sebagai bentuk kepedulian atas kondisi saat ini, yang cukup memprihatinkan terkait dengan agenda reformasi dan ancaman demokrasi.
Kepedulian itu, kata dia, diwujudkan melalui sebuah simbol kentongan bambu.
Peluncuran simbol itu, lanjut dia, bermakna untuk menggugah kesadaran warga bahwa keadaan sedang tidak baik-baik saja. Pendukung Anies-Muhaimin ingin mengajak, mengundang, dan mendorong perubahan melalui Pemilu 2024.
"Kami ingin menyatakan, mengingatkan, membangunkan, mengundang, sekaligus menyatukan warga untuk menyongsong perubahan itu," ujarnya.
BACA JUGA: Bertemu Relawan di Jogja, Anies Baswedan Sebut Banyak Masyarakat Inginkan Perubahan
Peluncuran ditandai dengan membunyikan kentongan bambu secara bersama-sama oleh Koordinator Badan Pekerja (Baja) AMIN Sudirman Said, pegiat seni Embi C. Noor, dan para pimpinan sukarelawan Anies-Muhaimin.
Peluncuran gerakan rakyat itu bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November.
Menurut Sudirman, para pahlawan identik dengan patriotisme, dengan kerelaan berkorban bagi orang banyak. Sementara itu, sukarelawan yang hadir merupakan orang-orang yang mau berkorban dengan sumber dayanya sendiri, menghimpun kolega, dan berkumpul dalam satu gerakan rakyat.
"Bagi saya merupakan bentuk kepahlawanan yang baru," ujarnya.
Sudirman berpendapat bahwa patriotisme yang baru adalah mengembalikan demokrasi menjadi lebih sehat, membangun penegakan hukum, dan mendorong keadilan. Selain itu, politik harus menjadi ladang pengabdian, tempat pejuang-pejuang, patriot-patriot baru bekerja untuk melahirkan pekerjaan.
Ia berharap agar gerakan rakyat kentongan perubahan atau Kentongan 57 dapat membangun rasa bersatu dan berani dalam solidaritas perjuangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
Advertisement
Tocantins Mengamuk di Maguwoharjo, PSS Sleman Pesta Gol Tanpa Ampun
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
Advertisement
Advertisement






