Advertisement
Dipecat PDIP, Pengamat Sebut Cinta Mega Jadi Korban Politik
Dipecat Dari PDIP, Pengamat Sebut Cinta Mega Korban Politik. Cinta Mega, Jakarta, Sabtu (7/5/2022). ANTARA - HO/DPRD DKI Jakarta
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menyebut Cinta Mega merupakan korban politik Pemilu 2024. Cinta Mega dipecat dari PDIP usai kedapatan bermain gim saat sidang paripurna DPRD DKI Jakarta.
Peneliti Formappi Lucius Karus mengatakan, aksi main game Cinta Mega dilakukan tidak hanya saat paripurna berlangsung, tetapi bersamaan dengan momen politik, dimana semua partai politik mencari waktu untuk bisa bersolek.
Advertisement
“Alasan mendasar yang lebih masuk akal adalah karena aksi yang dilakukan Cinta Mega tidak hanya pada saat paripurna, namun dalam momen politik, yang bagi semua parpol berarti waktu untuk bersolek dihadapan pemilih menjelang pemilu,” ujar Lucius dalam keterangan resmi, Rabu (26/7/2023).
BACA JUGA : Anggota DPRD DKI Jakarta Cinta Mega Dipecat
Lucius melanjutkan, aksi kecil yang dilakukan Cinta Mega menghebohkan publik sehingga bisa menganggu citra partai politik menjelang pemilu. “Apalagi aksi sekelas judi yang dianggap sebuah laku tidak pantas bagi mereka yang terhormat seperti anggota DPRD DKI,” jelasnya.
Dengan demikian, dari pertimbangan strategis jelang pemilu tersebut, aksi Cinta Mega dibaca sebagai noda yang bisa merusak aroma PDIP.
“Karena itulah tindakannya bermain game bisa dianggap sebagai laku tak pantas, tetapi dia juga bisa dianggap sekesar korban strategi politik jika dia benar hanya bermain Candy Crush,” jelasnya.
Sebagai informasi, DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta telah mengajukan sanksi pemecatan atau penggantian antarwaktu (PAW) kepada Cinta Mega akibat bermain gim di ruang rapat paripurna pada Selasa malam.
Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Adi Wijaya mengatakan pihaknya bakal memberi sanksi tegas kepada Cinta Mega. "Selesai rapat pleno kami memberikan sanksi berupa PAW dan akan dikirimkan ke DPP partai," kata Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Adi Wijaya kepada wartawan di Jakarta.
Adi menambahkan bahwa pihaknya telah menyerahkan segala keputusan kepada DPP PDI Perjuangan yang nantinya akan bersurat kepada KPU setempat. Dengan demikian, pihaknya tidak akan melakukan pengecekan terkait dengan tablet lantaran sudah memutuskan hubungan kerja sehingga Cinta Mega bisa menerima konsekuensi.
Dia menegaskan bahwa melakukan sesuatu pasti ada konsekuensinya. Dalam hal ini pihaknya memutuskan tidak mencalonkan Cinta Mega sebagai calon anggota legislatif di Pemilu 2024. "Sebelumnya saya minta maaf atas kelakuan anggota saya yang bernama Cinta Mega. Main apa pun sudah salah di sana, ya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
- Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap Pasukan AS
Advertisement
Sejumlah Kapolsek di Bantul Dirotasi, Polres Lakukan Sertijab
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- Wapres Gibran Terima Raffi Ahmad Bahas Bantuan Banjir Sumatera
- Libur Nataru 2025, Kunjungan Wisata DIY Tembus 2,27 Juta
- Eksepsi Nadiem Makarim, Minta Dibebaskan dari Tahanan
- Inflasi Desember 2025 Didominasi Kenaikan Harga Pangan
- Groundsill Srandakan Dibangun Lebih Kuat, Progres 40 Persen
- Beli Rumah 2026 Bebas PPN, Ini Aturan Lengkapnya
- Wilda Nurfadhilah Masuk Tim Kepelatihan Livin Mandiri
Advertisement
Advertisement



