Advertisement
Dugaan Aliran Dana Suap Proyek Jalur KA ke Petinggi Kemenhub Mulai Didalami KPK

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—KPK bakal mendalami dugaan aliran dana kasus suap di Direktorat Jenderal Perkeretaapian yang mengalir ke sejumlah petinggi Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Kami terus mendalami ya terkait dengan dugaan penerimaan, karena yang sedang didalami adalah terkait dugaan penerimaannya," ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (14/7/2023).
Advertisement
Seperti diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan enam orang tersangka dari lingkungan Ditjen Perkeretaapian, yang diduga merupakan penerima suap.
Jaksa KPK pun telah membacakan 3 dari 10 tersangka kasus, yang mengerah ke sejumlah pejabat Kemenhub. Salah satunya adalah mantan Dirut PT Kereta Api Manajemen Properti (KAPM) atau KAI Properti, Yoseph Ibrahim dan Vice President KAI Properti, Parjono didakwa memberikan suap total Rp1,3 miliar, kepada Direktur Prasarana Perkeretaapian Harno Trimadi dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4 Direktorat Prasarana Perkeretaapian Fadliansyah.
Untuk diketahui, Harno dan Fadliansyah meruapakan pihak dari Ditjen Perkeretaapian Kemenhub yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
BACA JUGA: Sejumlah Proyek Seret Menhub Budi Karya Jadi Saksi KPK, Ini Daftarnya
Kemudian terdakwa lain yaitu Direktur PT Istana Putra Agung (IPA) Dion Renato Sugiarto disebut memberikan suap sebesar Rp18,9 miliar kepada Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Semarang Putu Sumarhaya, dan PPK BTP Kelas I Semarang Bernard Hasibuan.
"Nanti kami terus kembangkan lebih lanjut apakah juga ada pihak-pihak lain yang turut menerima dugaan suap menyuap beberapa proyek pengerjaan berkaitan jalur kereta api ini," terang Ali.
Sebelumnya, dugaan aliran dana suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api ke petinggi di Kemenhub diungkap KPK, Kamis (13/7/2023). Pada sehari sebelumnya, Rabu (12/7/2023), penyidik KPK memeriksa tiga orang saksi di mana ditemukan dugaan aliran dana ke beberapa pihak termasuk petinggi di Kemenhub.
Tiga saksi yang dimaksud yaitu wiraswasta Logam Sehat Utama, Koordinator Satuan Pelayanan Yogyakarta BTP Wilayah I Semarang 2023-sekarang Eko Budi Santoso, serta pejabat Pokja Satuan Pelaksana II Jateng DIY 2019-2023 Heni Purwaningtyas.
"Ketiga saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain tentang dugaan settingan untuk memenangkan PT IPA saat lelang pekerjaan pembangunan jalur ganda KA Solo Kadipiro- Semarang [JGSS], termasuk aliran dana dari PT IPA ke beberapa pihak termasuk petinggi di Kemenhub," terang Ali, secara terpisah.
Adapun KPK tengah melakukan penyidikan terhadap dugaan suap mengenai proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub. Sebanyak 10 orang ditetapkan tersangka oleh KPK berdasarkan hasil operasi tangkap tangan (OTT) April 2023 lalu.
Terdapat empat proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur rel kereta api oleh Ditjen Perkeretaapian Kemenhub untuk tahun anggaran (TA) 2021-2022, yang diduga menjadi "bancakan" pihak swasta dan pihak di lingkungan kementerian itu.
Proyek-proyek tersebut yakni proyek pembangunan jalur kereta api ganda Solo Balapan--Kadipiro--Kalioso; proyek pembangunan jalur kereta api di Makassar Sulawesi Selatan; empat proyek konstruksi jalur kereta api dan dua proyek supervisi di Lampegan, Cianjur, Jawa Barat; serta proyek perbaikan perlintasan sebidang Jawa-Sumatra.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Ternyata Ada Tiga Sepeda Motor Terbakar Saat Demo di Mapolda DIY
Advertisement

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul
Advertisement
Berita Populer
- Demonstran Bakar Bangunan Aset MPR RI di Bandung
- JK Ajak Semua Pihak Menahan Diri dan Jaga Situasi Bangsa
- Pagar Gedung DPR Dijebol, Demonstran Merangsek Masuk
- Massa Bakar Sejumlah Mobil di Kantor Gubernur Jateng
- Demo di Sejumlah Daerah, Komdigi Tidak Membatasi Akses Media Sosial
- Datangi Rumah Orang Tua Affan, Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa
- Kesal, Massa Bakar Gedung DPRD Makassar
Advertisement
Advertisement