Advertisement
Di Malaysia, Sampah Makanan Meningkat 15% Selama Ramadan
Malaysia - Pegipegi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Relawan Malaysia tetap bergerak jaga kebersihan menjelang Idulfitri dengan mengumpulkan makanan yang tidak terjual dari para pedagang kemudian mendistribusikannya ke rumah-rumah dengan penghasilan rendah.
Data pemerintah setempat mencatat, sekitar 112.000 ton makanan terbuang sia-sia di Malaysia, sampah ini mayoritas berasal dari penduduknya yang beragama islam selama bulan Ramadan.
Advertisement
Dilansir dari Reuters pada Kamis (20/4/2023), Para relawan bertahap dengan adanya gerakan ini mampu mengurangi sampah setidaknya setengahnya bersama organisasi nirlaba Gerakan Masyarakat Cinta Alam (Gema).
Relawan bernama Umi Kelathun Abd Ghani mengatakan dalam tiga minggu pertama bulan puasa, GEMA mengumpulkan 20 ton makanan sisa dari bazar Ramadan di Kuala Lumpur.
Menurutnya, jumlah tersebut sudah cukup membantu negaranya untuk mengatasi sampah di seluruh negeri jika dilakukan setiap hari.
Setelah dikumpulkan, makanan sisa tidak terjual tersebut ditimbang dan dikemas ulang sebelum dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.
"Sayang sekali jika berkah seperti itu dibuang begitu saja. Berkat upaya (para relawan), ini dapat membantu kelompok masyarakat berpenghasilan rendah untuk makan," kata penerima bantuan Abawiah Salleh.
Berdasarkan data pemerintah Malaysia diperkirakan akan mengalami peningkatan sampah sebesar 15 persen selama bulan puasa dan menghasilkan hampir 20 ton sampah makanan setiap harinya.
Bulan puasa berakhir minggu ini, dan Hari Raya Idulfitri 1444 hijriah diperkirakan akan dirayakan pada akhir pekan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Literasi Rendah dan Stigma Hambat Pengobatan TBC di Indonesia
- Wabup Kulonprogo Nasihati Siswa, Tak Ada Orang Sukses karena Judol
- HUT SMAN 1 Depok Jadi Laboratorium Kreatif Siswa Sleman
- Perajin Bambu Cebongan Sleman Bertahan di Tengah Perubahan Zaman
- DP3 Sleman Salurkan Modal untuk 24 Kelompok Ternak, Ini Daftarnya
- Ahli Gizi Ungkap Waktu Terbaik Konsumsi Kurma untuk Energi
- KPK Ungkap Barang Bukti Miliaran dari OTT Bupati Pati
Advertisement
Advertisement




