Advertisement

3 Tahun Tinggal di Tenda, Bocah Ini Pecahkan Rekor Usai Kumpulkan Donasi Rp13 Miliar

Lajeng Padmaratri
Sabtu, 01 April 2023 - 13:07 WIB
Lajeng Padmaratri
3 Tahun Tinggal di Tenda, Bocah Ini Pecahkan Rekor Usai Kumpulkan Donasi Rp13 Miliar "Bocah tenda asal Inggris tinggal di sebuah tenda selama tiga tahun hingga pecahkan rekor Guinness. - Guinness World Records

Advertisement

Harianjogja.com, DEVON—Seorang remaja asal Devon, Inggris dikenal sebagai “bocah tenda” karena tinggal di sebuah tenda selama tiga tahun. Bukan sekadar iseng, aksinya ini justru membuatnya mampu mengumpulkan donasi sambil berkemah.

Melansir BBC, bocah bernama Max Woosey, 13, melakukan aksinya itu sejak usianya 10 tahun. Ia telah menghabiskan setiap malam di bawah tenda kanvas sejak memulai misi berkemah maratonnya tepat tiga tahun lalu di taman rumahnya di Braunton, Devon, bahkan sampai di 10 Downing Street, bertemu dengan perdana menteri saat itu, Boris Johnson.

Advertisement

Aksinya terinspirasi oleh seorang teman keluarga yang meninggal karena kanker. Sambil berkemah, ia telah mengumpulkan lebih dari £750.000 atau setara Rp13 miliar untuk North Devon Hospice, sebuah tempat perawatan pasien paliatif.

Rupanya, aksinya itu membuatnya mencetak Rekor Dunia Guinness untuk uang terbanyak yang dikumpulkan dengan berkemah.

"Ini merupakan tiga tahun terbaik dalam hidup saya," katanya dikutip dari BBC, Sabtu (1/4/2023).

Ia menceritakan perkemahan epiknya dimulai setelah kematian teman keluarga Rick Abbot pada Februari 2020. Sebelum meninggal, tetangganya itu memberinya tenda dan menyuruhnya 'berpetualang’.

"Rumah Sakit Devon Utara merawatnya dengan sangat baik sehingga saya ingin melakukan sesuatu untuk mengucapkan terima kasih kepada mereka."

Selama tiga tahun, Max telah melewati badai, salju, hujan es, hujan lebat, dan terik matahari. Namun, ia berhasil bertahan di tendanya.

"Malam terburuk adalah ketika tenda runtuh. Saat itu jam 12 malam dan kami tidak dapat menemukan tenda lain untuk didirikan," kata dia.

Aksinya ini turut dianugerahi Medali Kerajaan Inggris pada tahun 2022. Selama berkemah, ia aktif di media sosial dan membagikan kegiatannya. Rupanya, hal itu membuat banyak orang menaruh perhatian hingga memberikannya donasi.

"Sungguh gila karena mendapat begitu banyak perhatian, tetapi saya harap ini membuat orang melihat bahwa anak-anak mampu melakukan lebih dari yang dipikirkan orang-orang," kata Max.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : BBC

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

BPPD dan GIPI Promosikan Wisata Sehat agar Wisatawan Tinggal Lebih Lama

Bantul
| Sabtu, 03 Juni 2023, 19:57 WIB

Advertisement

alt

Kenali 4 Oleh-Oleh Tradisional Khas Jogja selain Bakpia dan Gudeg

Wisata
| Sabtu, 03 Juni 2023, 19:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement