Advertisement
Keluarga Korban Penganiayaan Oleh Anak Pegawai Pajak Tak Mau Damai
Mario Dandy Satriyo. (Twitter Simpangan2024)rn
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO—Jonathan Latumahina, pengurus pengurus Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor memaafkan Mario Dandy Satriyo, 20, anak pejabat Kementerian Keuangan yang menganiaya putranya, David, 17, hingga sempat koma dua hari.
BACA JUGA: Anak Pejabat Ditjen Pajak Pamer Harta Bapaknya
Advertisement
Namun Jonathan tak mau berdamai dengan pemuda tersebut. Ia memastikan kasus tersebut harus berakhir di ranah hukum pidana. Jonathan menempuh jalur hukum melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PP GP Ansor.
“Dua pelaku sudah di sel, saya tidak akan menempuh jalan damai. Proses hukum jalan terus, terima kasih sahabat LBH Ansor kawal kasus ini,” kata Jonathan melalui akun Twitternya, seperti dikutip Solopos.com-Jaringan Harianjogja.com, Kamis (23/2/2023).
Jonathan mengakui keluarga Mario Dandy Satriyo yang merupakan pejabat di Kementerian Keuangan sudah datang ke rumahnya untuk meminta maaf.
Mario Dandy Satriyo merupakan anak pejabat pajak, yakni Rafael Alun Trisambodo yang merupakan Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan II.
Jonathan pun memaafkan Mario Dandy Satriyo namun proses hukum sudah dan akan terus bergulir.
“Keluarga pelaku semalam (Selasa) datang minta maaf, saya maafkan. Saya hanya meniru anak saya yang sangat pemaaf. Dan mohon maaf juga, proses hukum sudah bergulir. Kita punya tanggung jawab masing-masing,” kata Jonathan.
Ketua PP GP Ansor Sumantri Suwarno memastikan tak ada kata damai dalam kasus penganiayaan kader Ansor David, 17, oleh anak pejabat Kementerian Keuangan, Mario Dandy, 20.
Menurut Sumantri, jutaan kader Ansor bakal mengawal penuntasan kasus tersebut.
“Pasti adil. Jangan khawatir. Jutaan Banser akan menjaga proses ini tidak akan bergeser 1 milimeter pun. Apalagi Ayah David, sudah meminta penegakkan hukum diteruskan hingga tuntas,” kata Sumantri, seperti dikutip Solopos.com dari nu.or.id, Kamis (23/2/2023).
Sumantri menyampaikan rasa prihatinnya atas kasus yang menimpa anak dari sahabatnya itu.
Ia turut merasakan sakit saat mendengar kabar David dianiaya.
“David anak kami semua. Dia dipukuli dan dianiaya, pilu rasanya seperti anak kami sendiri yang sakit,” kata Sumantri melalui akun Twitternya.
Proses hukum kasus penganiayaan David ini ditangani oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor DKI Jakarta.
“Kita tetap mengawal proses hukum Mario Dandy Satriyo dan diproses secara seadil-adilnya,” kata Ketua LBH Ansor DKI Jakarta Syamsul Sammy.
Syamsul mengatakan, korban merupakan keluarga besar Ansor-Banser. Ia bertekad untuk terus mengawal proses hukum ini sebagaimana instruksi dari Ketua PW GP Ansor DKI Jakarta, Ainul Yakin dan Ketua LBH PP GP Ansor, Abdul Qodir.
“Korban keluarga besar Ansor-Banser. Saya sebagai Ketua LBH Ansor DKI tentu perintah langsung dari Ketua GP Ansor dan Ketua LBH Ansor Pusat mengawal proses hukum ini,” tegas Syamsul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
Advertisement
Ribuan Umat Padati Gereja Kotabaru Malam Paskah dengan Khidmat
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jelang Menstruasi Pikiran Bisa Kabur Ini Penjelasan Ilmiahnya
- Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon
- Suhu Kawah Melonjak Radius Aman Gunung Slamet Diperluas
- Arus Tol MKTT Melonjak Tajam Akses Bandara Jadi Paling Padat
Advertisement
Advertisement






