Kisah Darmo, Tukang Salon Sapi yang Bertahan Puluhan Tahun
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Gibran Rakabuming Raka/Antara-Aprilio Akbar
Harianjogja.com, SOLO– Obat sirop Praxion kini menjadi sorotan karena diduga menyebabkan gagal ginjal pada anak.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka khawatir anaknya pernah meminum obat jenis Praxion dan Termorex menyusul adanya dugaan satu pasien Rumah Sakit dr. Moewardi (RSDM) Solo, A, 10 tahun divonis kasus gagal ginjal setelah minum obat Praxion.
Dia menjelaskan istrinya Selvi Ananda dulu pernah menyimpan jenis obat Praxion dan Termorex untuk buah hatinya, Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah. Anak Wali Kota Solo pernah meminum kedua jenis obat itu.
“Anakku ngombe kui terus ya medeni ya. Ya itulah, hati-hati kabeh,” kata dia ditemui wartawan di Balai Kota Solo, Rabu (8/2/2023) pagi.
Menurut dia, Pemkot Solo telah membantu penarikan obat yang tidak direkomendasikan di pasaran. Namun, ibu-ibu biasanya masih menyimpan obat sebelum habis diminum.
Wali Kota Solo mengatakan bakal memantau peredaran obat di Kota Solo. Upaya antisipasi itu dilakukan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo dan Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM).
Adapun Gibran telah meminta konfirmasi semua pihak terkait satu pasien RSDM, A, 10 tahun. Pasien itu bukan gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA).
“Sedang kami monitor anaknya. Riwayat sebelumnya ada gangguan pernapasan,” papar dia.
Gibran juga akan memastikan lagi apakah pasien itu minum obat jenis Praxion dan apakah benar warga Solo.
Gibran mengatakan telah menelepon advokat yang kali pertama memberikan informasi adanya pasien yang diduga GGAPA, A, 10. Anak itu dipastikan bukan GGAPA. Advokat itu berterima kasih kepada Gibran telah membantu memantau.
Sebelumnya, Direktur RSDM Solo, dr. Cahyono Hadi, membantah informasi yang menyebut adanya temuan kasus gagal ginjal akut pada anak di rumah sakit yang dikelolanya.
BACA JUGA: Merapi Luncurkan Awan Panas 1,5 Kilometer, Terjadi Hujan Abu
Dalam jumpa pers yang digelar secara daring, Selasa (7/2/2023) malam, dr. Cahyono, mengemukakan memang terdapat satu pasien berinisial A berusia 10 tahun yang mengalami gagal napas waktu dirujuk ke RSDM pada 29 Januari lalu. Pasien tersebut sempat mendapat perawatan di RS swasta di Kota Solo sebelum dirujuk ke RSDM.
Selain gagal napas, pasien itu juga mengalami infeksi saluran kencing sehingga sempat dicurigai mengalami gagal ginjal akut. Namun, setelah diobservasi lebih lanjut, pasien tersebut tidak memenuhi kriteria gagal ginjal akut, melainkan gagal ginjal biasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos.com
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.