Advertisement

Satu Calon Anggota Meninggal Dunia saat Diksar, Mapala 09 Unhas Dibekukan

Newswire
Selasa, 17 Januari 2023 - 19:07 WIB
Arief Junianto
Satu Calon Anggota Meninggal Dunia saat Diksar, Mapala 09 Unhas Dibekukan Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Prof Muhammad Irsan Ramli. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, MAKASSAR — Rektorat Universitas Hasanuddin melalui Dekan Fakultas Teknik akhirnya membekukan organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pencinta Alam 09 buntut kegiatan Pendidikan Dasar yang menewaskan mahasiswa Virendy Marjefry, 19, calon anggotanya.

"Demi merelaksasi situasi, UKM Mapala 09 di Fakultas Teknik ini kami bekukan sementara kegiatan-kegiatannya sampai batas waktu yang belum kami tentukan," ujar Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Prof Muhammad Irsan Ramli kepada wartawan saat melayat di rumah duka, Perumahan Telkom Mas Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/1/2023).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Pembekuan UKM Mapala 09 Fakultas Teknik tersebut, kata dia, bagian dari upaya tim investigasi terpadu yang telah dibentuk untuk mencari informasi dan keterangan-keterangan dari pihak penyelenggara Diksar.

"Tujuan tim investigasi secara terpadu ini adalah kita ingin menggali lebih jauh bagaimana kronologis peristiwa tersebut. Sehingga nantinya, dapat dijadikan pelajaran untuk memperbaiki SPO [Sistem Pelaksanaan Organisasi] di dalam kegiatan-kegiatan UKM kemahasiswaan dilakukan di luar kampus," ujarnya.

Selain itu, terkhusus kegiatan kemahasiswaan di luar kampus yang penuh risiko misalnya kegiatan Mapala itu, secara bijak tim investigasi harus mendapat pendampingan dari tim Program Studi Psikologi Universitas Hasanuddin guna menggali keterangan dan informasi agar bisa diverifikasi.

"Kami juga bisa validasi dengan baik nantinya dari adik-adik panitia maupun adik-adik peserta Diksar maupun pengurus Mapala itu sendiri," ujar dia.

BACA JUGA: Kisah Mapala UGM Arungi Sungai Franklin di Pulau Tasmania

Sementara itu ayah korban, James Wehantouw, menuturkan, kejadian itu baru diketahui setelah rekannya memberitahu sudah berada di RS Grestelina Makassar serta disampaikan pihak keluarga yang tugas disana bahwa kondisinya telah meninggal dunia.

"Sudah di Rumah Sakit, baru kami tahu dia sudah meninggal. Kami sesalkan pihak panitia, sampai sekarang tidak pernah datang. Yang muncul cuma ketua Mapala dengan pengurusnya. Baru tadi malam datang panitianya datang karena kita desak ketuanya," kata dia. 

Dari cerita rekan korban, kata dia, saat itu kondisinya sudah drop, kemudian diambil alih panitia. Korban sempat ditanya, masih sanggup tidak, akhirnya dia memaksakan diri lanjut karena statusnya junior pasti mengikuti senior.

"Nah, setelah drop ke dua menjelang Magrib di hari Jumat [13/1/2023], di situ cuma dikasih istirahat, dikasih makan sedikit. Ditanya, masih bisa? Kok ditanya lagi, padahal dia sudah dua kali drop. Mestinya disetop saja kegiatannya," ujar dia. 

Sebelumnya, mahasiswa Jurusan Teknik Arsitektur semester IV ini mengikuti Diksar Mapala 09 di Dusun Bara-Baraya, Desa Bonto Manurung, di Kecamatan Tompo Bulu, Kabupaten Maros, Sulsel, pada Jumat malam, 13 Januari, 2023, di alam terbuka. Korban sempat drop dua kali saat ikut diksar itu. 

Pihak keluarga telah melaporkan kejadian tersebut di Polres Maros pada Minggu (15/1/2023) beserta alat bukti foto dugaan kekerasan di tubuh korban. Jenazah diterima pihak keluarga pada Sabtu (14/1/2023) setelah diambil di RS Grestelina dan disemayamkan di rumah duka Kompleks Telkom Mas. Korban baru dimakamkan di TPU Kristen Pannara, Makassar pada Senin (16/1/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 9 Februari 2023

Jogja
| Kamis, 09 Februari 2023, 03:17 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement