Advertisement
Ratusan Kuburan Dipindah karena Tergusur Tol Jogja Solo
Musala di Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom, Klaten bakal dipindah lantaran terdampak pembangunan Tol Jogja Solo, Selasa (13/12/2022). - JIBI/Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso
Advertisement
Harianjogja.com, KLATEN—Ratusan kuburan akan dipindah karena tergusur proyek Tol Jogja Solo.
Puluhan keluarga di Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom pindah rumah lantaran tempat tinggal lama mereka terkena proyek pembangunan jalan tol. Puluhan rumah itu berada di Dukuh Brangkal dan Dukuh Soka. Di Dukuh Brangkal ada sekitar 25 rumah yang dibongkar. Di Dukuh Soka ada sekitar 10 rumah.
Advertisement
Pemilik pekarangan sekaligus rumah sudah menerima uang ganti rugi (UGR) setahun lalu. Mereka kemudian pindah rumah di sebelah rumah lama dengan membeli pekarangan dan mendirikan rumah baru.
Sementara, satu musala dan satu kompleks makam berisi ratusan kuburan masih bertahan. Proses pemindahan musala dan makam dilakukan bersamaan dengan proses pembebasan tanah kas desa yang saat ini masih dalam proses.
Kepala Desa (Kades) Brangkal, Haryanto, mengatakan nilai UGR yang diterima warga lebih dari harga tanah pada umumnya.
“Kalau tanah pekarangan waktu itu nilai gantinya ada yang sampai Rp1,2 juta per meter persegi. Harga tanah umumnya saat itu sekitar Rp500.000 per meter persegi. Sekarang harga tanah sudah naik,” kata Haryanto saat ditemui di Desa Brangkal, Selasa (13/12/2022).
Haryanto mengatakan ada satu kompleks makam yang terkena Tol Jogja Solo. Di kompleks itu ada sekitar 300 kuburan.
Sebanyak 80 kuburan tak bernama dan tak diketahui ahli warisnya. Soal pemindahan ratusan kuburan itu, Haryanto mengatakan masih menunggu proses pembebasan tanah kas desa.
Salah satu warga, Muh. Fauzan, mengatakan rumahnya ikut terdampak proyek pembangunan jalan tol. Di kampungnya, ada sekitar 20 rumah yang dibongkar dan dipindah.
BACA JUGA: Tanah Mepet Rel Kereta di Tol Jogja YIA Bisa Dibebaskan, Ini Syaratnya
Soal nilai UGR, Fauzan mengaku nilai yang diterima menguntungkan warga. Nilai UGR yang diterima warga yang rumahnya terkena tol antara Rp900.000 per meter persegi hingga Rp1,2 juta per meter persegi.
Fauzan menjelaskan rumah yang dia tempati sebelumnya seluas 350 meter persegi. Setelah mendapatkan UGR, dia kemudian membeli pekarangan tak jauh dari rumah lamanya dengan luas 135 meter persegi.
“Alhamdulillah sekarang sudah bangun rumah itu [rumah berlantai tiga],” ungkap Fauzan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPBD Bantul Pastikan Tak Ada Pengungsi Dampak Cuaca Ekstrem
- Cucu Soeharto, Darma Mangkuluhur Resmi Menikah
- DAS Garoga di Sumatera Utara Penuh Kayu Pascabanjir hingga 1.300 Meter
- Trump Pertimbangkan Serangan ke Iran di Tengah Aksi Protes
- Trump Diduga Siapkan Rencana Invasi ke Greenland, Denmark Geram
Advertisement
DLH Gunungkidul Anggarkan Rp160 Juta untuk Pakan Monyet
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Persib Kecam Ancaman Pembunuhan terhadap Keluarga Thom Haye
- DPRD DIY Siapkan Rp1 Miliar untuk Kajian Renovasi Mandala Krida
- Salmon dan Ayam, Pilihan Protein Sehat untuk Jantung dan Otot
- LBSO PWA DIY Raih Juara Umum FESIBA 2025 dan Perkuat Dakwah Kultural
- Surplus Beras Kulonprogo 2025, Produksi Padi Tembus 60.895 Ton
- Marc Marquez Waspadai Kebangkitan Rival di MotoGP 2026
- Produksi Ikan Sleman 2025 Tembus 55.650 Ton
Advertisement
Advertisement




