Advertisement

Cerita Bocah SD Gowes 1.500 Km demi Meriahkan Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah

Wahyu Prakoso
Jum'at, 18 November 2022 - 19:07 WIB
Budi Cahyana
Cerita Bocah SD Gowes 1.500 Km demi Meriahkan Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah Siswa Kelas VI SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Aluvi Hafidh Hanafi, tiba di Kota Solo, Rabu (16/11/2022). Dia melakukan perjalanan dengan sepeda dari Banjarmasin ke Solo untuk mensyiarkan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah. - JIBI/Solopos/Wahyu Prakoso

Advertisement

Harianjogja.com, SOLO—Seorang bocah SD rela mengayuh sepeda atau menggowes sejauh 1.500 kilometer (km) untuk memeriahkan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah bakal dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu (19/11/2022).

Sebanyak delapan peserta penggembira yang berasal dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Surabaya datang ke perayaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Solo dengan menggowes dari kediaman mereka ke Edutorium UMS.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Rombongan pesepeda itu sudah tiba di Solo pada Rabu (16/11/2022) sekitar pukul 15.00 WIB dengan dikawal oleh puluhan goweser Soloraya. Mereka disambut oleh Rektor UMS, Sofyan Anif di halaman Edutorium UMS.

Ketua rombongan gowes asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Ali Imron mengatakan motivasinya menempuh jarak 1.500 km dengan bergowes telah menjadi keinginannya sejak perayaan Muktamar ke-48 di Solo sempat tertunda dua tahun karena pandemi.

“Sebenarnya sebuah keinginan yang terpendam cukup lama, niat ini sudah tercetus di hati saya sejak Muktamar yang tertunda dua tahun lalu,” kata Ali.

Ali menyampaikan maksudnya untuk bergowes dari Palangkaraya kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah, dan mendapat respons untuk mencari rekan minimal dua orang untuk melaksanakan hajat tersebut. “Begitu ada pelaksanaan di Solo [Muktamar ke-48], kami sampaikan niat itu ke PWM Kalimantan Tengah, direspons, mereka mengatakan untuk membentuk tim minimal dua orang,” lanjutnya.

Setelah mendapatkan persetujuan oleh PWM Kalimantan Tengah, Ali menyebarkan kabar tersebut melalui grup WhatsApp untuk mencari dua peserta lain. Karena tingginya antusiasme, ia kemudian bertemu tiga rekan lain yang bersedia bergabung. “Begitu Palangkaraya menggerakkan penggembira melalui jalur bersepeda, Kalimantan Selatan mendengar sesama goweser, sesama Kalimantan jika tidak mengirimkan jemaah penggembiranya maka kurang seru, akhirnya mereka ingin bareng,” katanya.

Namun rombongan yang berasal dari Kalimantan Selatan tidak memungkinkan untuk berangkat bersama. Ali dan rombongan yang berasal dari Kalimantan Tengah berangkat Minggu (6/11) ketika rombongan berasal dari Kalimantan Selatan baru berangkat dari titik mulai. “Ketika kami sampai di Banjar, mereka tidak memungkinkan bersama kami. Akhirnya saat mereka Minggu berangkat, kami sudah sampai di Surabaya,” ujar Ali.

Advertisement

BACA JUGA: Ini yang Dibahas Dalam Muktamar Muhammadiyah-Aisyiah ke-48

Perjalanan ia tempuh selama sembilan hari bersama rekannya melalui jalur darat, dan satu hari lainnya melalui Pelabuhan Trisakti menuju Surabaya. “Menyeberang dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin ke Surabaya, 24 jam menuju Tanjung Perak dan menyambung ke sini,” kata Ali.

Ali memulai perjalanan dengan bergowes setelah sarapan pagi, dan mengakhiri perjalanan pukul 17.00 WIB. Namun beberapa kali ia sempat melanjutkan perjalanan hingga menemukan Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) yang ia lalui sebagai rute perjalanan sebagai tempat beristirahat.

Advertisement

Selama perjalanan, ia tidak menemukan kendala terkait dengan masalah teknis pada sepeda karena telah dirancang untuk perjalanan jauh. “Kendala kebetulan sepeda saya sepeda touring didesain untuk perjalanan jauh, jadi tidak ada. Hanya fisik ngos-ngosan,” lanjut Ali.

Karena tergabung dengan komunitas gowes, pada kesehariannya Ali melakukan olahraga gowes pada Sabtu dan Minggu kurang lebih 20 km. Selain itu, ia sering menempuh jarak dari rumah menuju kebun sejauh 80 km. “Kalau kami ke kebun dari rumah kota ke kebun 80 km juga gowes, menginap 2-3 malam baru pulang,” ujar Ali.

Gowes menuju arena muktamar juga dilakukan seorang bocah Kelas VI SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Aluvi Hafidh Hanafi. Ia melakukan perjalanan dengan sepeda atau gowes untuk mensyiarkan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kota Solo.

Aluvi bersama tujuh orang lainnya berangkat dari Banjarmasin pada Sabtu (12/11/2022) dan tiba di Kota Solo Rabu pagi. Mereka disambut puluhan orang dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo di MAN 1 Solo.

Advertisement

Rombongan gowes yang bersama bocah SD asal Banjarmasin untuk mengikuti Muktamar Muhammadiyah di Solo itu meliputi empat orang dari Palangkaraya, tiga orang dari Banjarmasin, dan satu orang dari Surabaya.

Salah satu yang mendampingi Aluvi adalah Kepala SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin, Andri Yulianto. Aluvi membawa dua tas kecil yang ditaruh di setang sepeda BMX-nya. Sementara bekal yang lain dibawakan Kepala SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin. Datang ke Kota Solo merupakan keinginan Aluvi sendiri.

“Lumayan capai, saya ingin memeriahkan Muktamar dan cari pengalaman,” kata Aluvi.

Advertisement

Bocah kelas VI SD itu menjelaskan semula berangkat dari Banjarmasin ke Solo bertiga lalu bertemu dengan penggembira lainnya di Surabaya. “Saya pernah gowes jauh tapi enggak pernah sampai keluar pulau,” kata kader Muhammadiyah tersebut yang sehari-hari bersepeda sejauh 12 kilometer dari rumah ke sekolah.

Etape pertama dari Palangkaraya ke kabupaten berikutnya berjarak 110 kilometer menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Perjalanan ditempuh sejak pukul 08.00 WIB sampai sekitar 19.00 WIB.

BACA JUGA: Muktamar Muhammadiyah ke-48 Hadir untuk Indonesia Damai dan Dunia

“Sepeda sudah rontok, as lepas, torpedo lepas, diperbaiki di kabupaten berikutnya. Spare part dikanibal bisa bertahan sampai Surabaya,” katanya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya memberikan sepeda baru kepada rombongan Ali. Sepeda yang rusak juga diperbaiki. “Enggak boleh loading pickup maka kami bagaimana caranya membawa sepeda sampai Solo. Gowes, kalau enggak kuat disurung,” ujarnya,

Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sofyan Anif, merasa bersyukur atas kehadiran penggembira Muktamar ke-48 yang datang dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, serta Surabaya dengan bergowes. “Alhamdulillah sudah sampai di tempat Muktamar, yaitu Editorium UMS dalam rangka mengikuti sebagai penggembira,” kata Sofyan.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Beri Pesan untuk Kaesang-Erina, Sultan: Jaga Kebahagiaan Rumah Tangga

Jogja
| Sabtu, 10 Desember 2022, 09:17 WIB

Advertisement

alt

Liburan di DIY saat Akhir Tahun? Fam Trip di Lokasi-Lokasi Ini Layak Dicoba

Wisata
| Jum'at, 09 Desember 2022, 16:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement