Advertisement
Hubungan Jokowi dengan Surya Paloh Renggang?
PDIP Bantah Isu Kerenggangan Jokowi dengan SurKetua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (keempat kiri) bersama Ketua Umum Parta Nasdem Surya Paloh (keempat kanan), Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (kelima kiri), Plt Ketua Umum PPP Mardiono (ketiga kanan), Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kedua kiri), Sekjen PKS Aboe Bakar Alhabsyi (kiri) dan Sekjen PAN Eddy Soeparno (kanan) memnghadiri acara puncak HUT ke-58 Partai Golkar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/10/2022). - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah meyakini hubungan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh baik-baik saja.
Said menjelaskan, hingga kini menteri dari Partai NasDem masih menjabat di kabinet pemerintahan Jokowi. Hal itu menjadi bukti bahwa tak ada keretakan hubungan antara RI1 dengan orang nomor wahid di NasDem.
Advertisement
“Kalau mereka berdua [Jokowi dan Surya Paloh] renggang, seharusnya tidak ada menteri di dalam menteri kabinet Jokowi. Sedangkan saat ini ada tiga menteri di dalam kabinet,” ujar Said kepada awak media di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/11/2022).
Sebagai informasi, ada tiga kader Partai NasDem yang masuk dalam kabinet pemerintahan Jokowi yaitu Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate; Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar; dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Baca juga: Anak Buah Menteri Johnny G. Plate Benarkan Menlu Rusia Lavrov Masuk RS
Said mengatakan, ketiga menteri dari NasDem tersebut juga tetap diajak Jokowi mengikuti rapat-rapat kabinet. Artinya, Jokowi tetap menjalin komunikasi dengan NasDem.
“Komunikasi terus berjalan dari ratas [rapat terbatas], rapat paripurna kabinet. Memang pernah ada menteri NasDem tidak diundang? Tidak pernah ada, karena tidak pernah ada masalah,” jelas ketua Badan Anggaran DPR tersebut.
Isu keretakan hubungan Jokowi dengan Surya Paloh mulai banyak dibicarakan setelah NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) untuk Pilpres 2024. Belakangan, isu tersebut semakin merebak setelah Jokowi tak mengirim ucapan selamat kepada Partai NasDem yang berulang tahun pada 11 November lalu.
Meski begitu, Said menekankan sebaiknya isu tersebut tak dibesar-besarkan. Dia menilai wajar jika Jokowi belum sempat mengucapkan selamat ke NasDem sebab saat ini sedang sibuk menyiapkan KTT G20 di Bali.
Apalagi, lanjutnya, nama baik Indonesia bergantung pada kelancaran acara G20. Oleh karenanha, Jokowi lebih mengutamakannya dibandingkan sebuah acara ulang tahun partai.
“Kira-kira kalau Bapak Presiden tidak mengucapkan selamat [ke NasDem], Indonesia bubar? Tapi kalau G20 ada masalah, yang malu siapa? Urusan internasional dilarikan ke urusan ecek-ecek,” ungkap Said kepada awak media di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (14/11/2022).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BGN Pecat Kepala SPPG Tanjung Kesuma Terkait Dugaan Pencabulan Anak
- YouTuber Resbob dan Bigmo Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
- ABK Penyelundup 2 Ton Sabu di Batam Divonis 5 Tahun Penjara
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
- Penetapan Hakim Adies Kadir Dipersoalkan, Begini Amar Putusan MKMK
Advertisement
Pemkab Sleman Terbitkan SE Borong Bareng Produk UMKM Jelang Lebaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Komisi III DPR RI Soroti Perusahaan Gunakan Preman untuk Penagihan
- Ramcek di Terminal Semin, Dua Bus AKAP Kedapatan Tak Punya Izin Trayek
- SIM Keliling DIY Hari Ini 6 Maret 2026: Cek Lokasi dan Syaratnya
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat 6 Maret 2026, Cek Jamnya
- Pemeliharaan Jaringan PLN di Sleman, Listrik Padam 13.00-16.00 WIB
- Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Jumat 6 Maret 2026, Ini Lokasinya
- Update Jadwal KA Bandara YIA ke Stasiun Tugu Hari Ini
Advertisement
Advertisement








