Advertisement

Hasil KTT G20, Indonesia Teken MoU dengan Jepang dan Inggris untuk Proyek MRT

Pernita Hestin Untari
Senin, 14 November 2022 - 21:47 WIB
Bhekti Suryani
Hasil KTT G20, Indonesia Teken MoU dengan Jepang dan Inggris untuk Proyek MRT Wakil Menteri untuk Kerja Sama Luar Negeri Jepang, Satoru Mizushima, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, dan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta (Perseroda) meneken Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Jepang dan Inggris untuk proyek pengembangan MRT Jakarta, pada Senin (14/11/2022) dalam rangkaian Presidensi G20 di Bali.

Nota kesepahaman yang ditandatangani pertama Memorandum of Cooperation (MoC) antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang tentang kelanjutan pembangunan MRT Jakarta East-West Line Phase 1. Kedua, Letter of Intent (LoI) antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Inggris tentang Kerja Sama Pembangunan MRT Jakarta.

Advertisement

“Alhamdulillah, tadi sudah dilakukan penandatanganan kerja sama dengan Inggris dan Jepang. Tentu, kita apresiasi partisipasi kedua negara tersebut dalam pengembangan fase-fase MRT,” kata Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang turut hadir, dikutip dari laman PPID, Senin (14/11/2022).

Heru pun berharap dengan penandatangan MoU tersebut maka pengembangan MRT dapat terlaksana dengan baik dan tepat waktu. Sehingga mampu memudahkan perjalanan masyarakat di Jakarta dan banyak yang beralih ke transportasi umum.

Di sisi lain, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi mengungkapkan banyak negara yang berkeinginan untuk melakukan investasi membangun infrastruktur transportasi di Indonesia, khususnya MRT.

“Jepang dan Inggris merupakan dua mitra strategis Indonesia yang telah banyak melakukan kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang, termasuk sektor transportasi,” katanya.

Budi Karya pun berharap dengan adanya kesepakatan tersebut mempercepat pengembangan proyek MRT di Jakarta. Tentunya dia juga berharap dengan berkembangannya transportasi umum membuat masyarakat beralih.

Sehingga dapat menjadi solusi mengurangi kemacetan dan juga sebagai moda transportasi publik yang ramah lingkungan, sehingga mampu mengurangi polusi dan meningkatkan kualitas udara bersih.

Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Owen Jenkins mengaku bangga karena Inggris telah ambil bagian dalam pengembangan transportasi kereta di Indonesia, termasuk proyek MRT Jakarta east-west fase pertama dan proyek LRT Jakarta.
 
“Inggris selalu siap untuk mendukung Kementerian Perhubungan dan Pemerintah DKI Jakarta untuk mengembangkan fase-fase MRT berikutnya, termasuk melalui Expression of Interest dari UK Export Finance untuk menyiapkan pendanaan sebesar USD1,25 miliar. Kami siap untuk berkolaborasi dengan seluruh mitra untuk membawa kerja sama ini ke tahap selanjutnya,” ungkap Owen.

Sementara itu, Wakil Menteri untuk Kerja Sama Luar Negeri Jepang, Satoru Mizushima mengatakan, Jepang telah berpartisipasi pada pembangunan MRT Jakarta koridor selatan-utara (Lebak Bulus-HI) yang telah diresmikan oleh Presiden RI pada Maret 2019.

Dia meyakini, dengan adanya pengalaman kerja sama kedua negara dalam membangun MRT, akan membantu dalam memfasilitasi pembangunan MRT selanjutnya yaitu koridor timur-barat (east-west).

“Saya berharap kelanjutan kerja sama ini akan semakin meningkatkan kerja sama kedua negara ke depannya di sektor perkeretaapian,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Hendak Mengambil Ponsel, Warga Sleman Malah Kecemplung Sumur

Sleman
| Jum'at, 26 April 2024, 09:07 WIB

Advertisement

alt

Sandiaga Tawarkan Ritual Melukat ke Peserta World Water Forum di Bali

Wisata
| Sabtu, 20 April 2024, 19:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement