Advertisement

Studi Ungkap 1 dari 10 Warga Australia Alami Long Covid-19

Lajeng Padmaratri
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 13:17 WIB
Lajeng Padmaratri
Studi Ungkap 1 dari 10 Warga Australia Alami Long Covid-19 Ilustrasi Covid/19./Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, CANBERRA—Sebuah penelitian mengungkap bahwa lebih dari satu di antara 10 warga Australia menderita gejala Long Covid-19, istilah untuk penyakit COVID-19 yang berkepanjangan.

Studi yang dilakukan oleh para peneliti Australian National University (ANU) itu menemukan bahwa hampir sepertiga warga dewasa Australia yang mengidap Covid-19 memiliki gejala yang berlangsung lebih dari empat pekan.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Sekitar 5% warga dewasa menderita gejala Covid-19 selama tiga bulan atau lebih setelah awalnya teruji positif. Jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 sejak awal pandemi di Australia, yang berpenduduk sekitar 25 juta jiwa, melampaui 10 juta.

"Ini adalah potret bagaimana warga Australia mengalami Covid-19 sejak awal 2020," kata penulis utama penelitian tersebut, Nicholas Biddle dilansir dari Xinhua, Jumat (14/10/2022).

Studi itu menemukan bahwa meski saat ini kemungkinan hampir setengah dari semua warga dewasa Australia pernah mengidap Covid-19, penyakit itu belum menyebar secara merata ke seluruh populasi. Meski demikian, kalangan wanita, orang dewasa muda, dan mereka yang hidup di rumah tangga berpenghasilan menengah adalah yang paling mungkin tertular Covid-19.

"Sebanyak 89,5% warga dewasa yang disurvei yang mengidap Covid-19 melaporkan mengalami sejumlah gejala. Mereka yang mengalami gejala rata-rata memiliki sekitar 10 gejala berbeda, dengan gejala paling umum adalah kelelahan," imbuhnya.

Menurut penelitian itu, sekitar seperempat warga Australia yang bergejala mengalami 13 gejala atau lebih, sementara seperempat lainnya mengalami tujuh gejala atau kurang. Hidung meler atau bersin, sakit tenggorokan, batuk dan sakit kepala juga terbilang lazim dialami oleh sekitar tiga perempat dari mereka yang bergejala.

Penelitian itu menemukan bahwa warga yang dilaporkan menderita beberapa gejala lebih mungkin mengalami penurunan kesehatan mental.

Advertisement

Di sisi lain, Biddle mengatakan bahwa warga yang memiliki pengalaman singkat dengan Covid-19 atau dengan sedikit gejala pada umumnya tidak mengalami penurunan kesehatan dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita Covid-19.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Tinjau Venue Akad Nikah Kaesang-Erina, Erick Thohir: Acara Sakral Kami Jaga tetap Sakral

Sleman
| Jum'at, 09 Desember 2022, 18:57 WIB

Advertisement

alt

Liburan di DIY saat Akhir Tahun? Fam Trip di Lokasi-Lokasi Ini Layak Dicoba

Wisata
| Jum'at, 09 Desember 2022, 16:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement