Advertisement
Optimalkan Layanan Logistik, UII Ciptakan Next Optima
Anggota tim Next Optima. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Penggunaan jasa pengiriman barang atau logistik semakin besar. Perusahaan penyedia layanan ini juga semakin bertumbuh. Namun apakah proses pengiriman oleh kurir sudah menggunakan rute terbaik demi efisensi? Apakah jumlah kendaraan sudah efektif? Dan apakah penjadwalan karyawan sudah baik? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menugaskan rute karyawan?
Karya mahasiswa dan mahasiswi Universitas Islam Indonesia (UII) dari start up Next Scientific (Nextsci) melalui produknya, Next Optima bisa menjadi solusinya. Perangkat yang memanfaatkan artificial intelligence ini berupaya memaksimalkan kinerja tiga hal di atas. CEO Nextsci, Norma Dani, mengatakan ada tiga aplikasi algoritma yang bisa dipakai.
Advertisement
Pertama Next Routing, aplikasi untuk menentukan rute optimal dari kendaraan angkut logistik. Perangkat ini bisa digunakan sebelum kurir mengantar barang-barang ke banyak titik kirim. Harapannya gerak kurir bisa lebih efisien, dan pada saatnya nanti berdampak pada kecepatan waktu pengiriman dan efektivitas bahan bakar kendaraan. Software ini juga membuat penentuan rute kurir hanya dalam hitungan detik bukan berjam-jam lagi secara manual.
BACA JUGA: Start-up Netraku Asal UII, Upaya Menyejahterakan Tunanetra
Perangkat kedua bernama Next Packing, berguna untuk memprediksi jumlah kontainer untuk jumlah barang yang akan dikirim pada armada logistik. Untuk yang ketiga yaitu Next Scheduling, bisa dimanfaatkan untuk menentukan jadwal kerja karyawan shift dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan.
“Produk ini kami sajikan dalam bentuk Application Programming Interface (API), dan dashboard secara online, terpusat, dan mudah,” kata Norma, Senin (27/6/2022). “Perangkat ini bisa dipasangkan ke sistem IT yang sudah berjalan di perusahaan klien atau dashboard untuk perusahaan yang ingin melihat visualisasi dari hasil output.”
Dalam dashboard, nantinya akan memperlihatkan visualisasi rute berupa peta titik-titik dengan garis-garis rute yang akan ditempuh dan visualisasi lainnya dalam satu paket produk. Dashboard juga memperlihatkan informasi koordinat-koordinat yang perlu ditempuh beserta informasi berguna lainnya. Dalam pengaturan pada software, pengguna bisa menentukan berapa jumlah kurir yang perlu disiapkan, waktu maksimal pengiriman barang, dan banyak pengaturan lainnya.
BACA JUGA: Bersama IBISMA UII, Startup Jogja Lahirkan AMONA TYRE
Produk hasil start up yang telah berdiri sejak 2019 ini bisa digunakan untuk perusahaan logistik, retail, dan bisnis lainnya. “Kami mencoba untuk melakukan otomasi semua proses ini, dari hulu sampai hilir dalam satu software. Sehingga mampu menggantikan kerja manusia dengan harga yang sangat terjangkau dalam satu platform online berupa web based software,” kata Norma.
Next Optima merupakan salah satu produk yang berada dalam bimbingan Inkubasi Bisnis dan Inovasi Bersama (IBISMA) UII.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
Pos Damkar Prambanan Belum Beroperasi, Terkendala Personel
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Parkir Liar di Sirip Malioboro Picu Macet Parah saat Libur Lebaran
- Ferrari Tuduh Mercedes Gunakan Sayap Ilegal di Formula 1 2026
- Imbas Konflik Timur Tengah, Philippine Airlines Terpaksa Setop 5 Rute
- Italia Terancam Absen Lagi, Play-Off Jadi Penentuan Nasib
- Momen Lebaran, Tingkat Hunian Hotel Bantul Hanya 70 Persen
- Myanmar Bangkit, Tumbangkan Afghanistan 2-1 di Kualifikasi
- Sering Lemas dan Rambut Rontok Bisa Jadi Kurang Protein
Advertisement
Advertisement







