Advertisement

Okupansi Hotel Naik pada Mei 2022 karena Banyak Hari Libur

Annasa Rizki Kamalina
Jum'at, 01 Juli 2022 - 23:27 WIB
Budi Cahyana
Okupansi Hotel Naik pada Mei 2022 karena Banyak Hari Libur Resepsionis hotel sedang melayani calon konsumen. - JIBI/Bisnis.com/Amri Nur Rahmat

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat penghunian kamar (TPK) atau okupansi hotel di berbagai kota di Indonesia meningkat selama Mei 2022. Kenaikan okupansi hotel bebarengan dengan libur Lebaran dan libur nasional lain.

Okupansi hotel klasifikasi bintang pada Mei 2022 mencapai 49,85 poin atau naik 15,62 poin terhadap April 2022 (34,23 poin). Secara tahunan atau year-on-year (yoy), okupansi naik 17,88 poin. 

“Mudah dipahami kenaikan TPK di Mei, ada Libur nasional, lebaran, ada Waisak, kenaikan Isa Almasih, ini membuat mobilitas masyarakat tinggi dan juga berdampak pada,” ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam rilis secara virtual, Jumat (1/7/2022).

Selain cukup banyaknya libur nasional, pelonggaran aktivitas masyarakat seperti tidak adanya lagi ketentuan PCR sangat berpengaruh terhadap kenaikan okupansi hotel.

BPS mencatat tiga provinsi dengan okupansi tertinggi selama Mei 2022 yaitu D.I Yogyakarta (67,65 poin), Lampung (66,04 poin), dan Kalimantan Timur (62,54 poin). Sementara tiga provinsi terendah okupansinya yaitu Sulawesi Tenggara, NTB, dan Maluku.

“Menurut provinsi, TPK tertinggi ada di DIY, Mei naik 40,03 poin dibandingkan bulan sebelumnya,” paparnya.

Bila diperhatikan, okupansi tertinggi bukan berada di Bali. Bahkan Bali tidak masuk dalam 3 besar okupansi tertinggi.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi B. Sukamdani menyampaikan kenaikan okupansi di D.I Yogyakarta sebagai dampak dari kenaikan harga tiket pesawat.

“Bali itu tiketnya mahal, ke Bali sekarang mahal, orang sekarang akhirnya pergi ke jarak yang tercapai dengan kendaraan darat,” ungkapnya, Jumat (1/7/2022).

Mengambil contoh provinsi Lampung yang cukup mudah dijangkau menggunakan kendaraan darat maupun laut, banyak masyarakat yang memutuskan untuk pergi berlibur ke daerah tersebut.

Advertisement

Sementara di Kalimantan Timur sendiri, Hariyadi melihat adanya pembangunan Ibukota Negara Baru atau IKN berdampak pada penuhnya keterisian kamar hotel, mengingat juga belum banyak hotel yang beroperasi di daerah tersebut.

Melihat tren kenaikan okupansi tersebut, Hariyadi optimis laporan BPS untuk TPK Juni nanti masih menunjukkan kenaikan yang didukung dengan libur sekolah.

“Juni ini untuk daerah tertentu naik, tapi lebih rendah waktu lebaran, tapi trennya naik, mudah-mudahan kasus Covid-19 tidak naik lagi,” tutupnya.

Advertisement

Pemulihan pariwisata terbukti dari meningkatnya jumlah pelaku perjalanan, hunian kamar,  serta sektor transportasi yang pada Mei 2022 angkutan udara domestik naik 40,41 persen dan internasional naik 61,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Perjalanan penumpang menggunakan angkutan laut domestik dan kereta api juga naik masing-masing 27,28 persen dan 19,26 persen dibandingkan bulan sebelumnya dengan total penumpang sebanyak 1,74 juta orang dan 23,41 juta orang.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Streaming Starjoja FM
alt

Penelitian: Air Hujan di Kota Jogja Tercemar Mikroplastik, Paling Parah di Tugu

Jogja
| Sabtu, 13 Agustus 2022, 12:07 WIB

Advertisement

alt

Menikmati Pemandangan Tujuh Gunung dari Ngablak Magelang

Wisata
| Jum'at, 12 Agustus 2022, 13:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement