Advertisement

Mewabah di Eropa, Ini Penyebab dan Gejala Virus Cacar Monyet

Nancy Junita
Jum'at, 20 Mei 2022 - 11:27 WIB
Budi Cahyana
Mewabah di Eropa, Ini Penyebab dan Gejala Virus Cacar Monyet Cacar monyet atau monkeypox disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui hewan ke manusia atau zoonosis. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Cacar monyet atau monkeypox mewabah di Inggris, Portugal, Spanyol, dan negara-negara Eropa lainnya.

Menurut lapora  npr.org, Jumat (20/5/2022), sejauh ini ada 68 kasus yang dicurigai, termasuk delapan di Inggris dan 20 di Portugal. Kasus di Kanada dan kasus di Amerika Serikat (AS) juga telah dilaporkan.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Tetapi pejabat kesehatan tidak memiliki banyak petunjuk di mana orang tertular virus cacar monyet. Dan ada kekhawatiran virus mungkin menyebar melalui komunitas – tidak terdeteksi – dan mungkin melalui rute penularan baru.

"[Wabah] ini langka dan tidak biasa," ujar ahli epidemiologi Susan Hopkins, yang merupakan kepala penasihat medis Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), dalam pernyataan pada hari Senin (16/5/2022).

"Tepatnya di mana dan bagaimana mereka [orang-orang] memperoleh infeksi mereka masih dalam penyelidikan mendesak," kata badan tersebut dalam pernyataannya.

Adapun gejala cacar monyet adalah: demam, nyeri tubuh, pembesaran kelenjar getah bening dan akhirnya "cacar" atau lepuh berisi cairan yang menyakitkan di wajah, tangan dan kaki.

Salah satu versi cacar monyet cukup mematikan dan membunuh hingga 10 persen orang yang terinfeksi. Versi saat ini di Inggris lebih ringan. Tingkat kematiannya kurang dari 1 persen. Satu kasus biasanya selesai dalam dua sampai empat minggu.

Penyebab

Monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis).

Advertisement

Virus monkeypox merupakan anggota genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae. Genus Orthopoxvirus juga termasuk virus variola (penyebab cacar Smallpox) dan virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar Smallpox).

Virus monkeypox dapat ditularkan ke manusia ketika ada kontak langsung dengan hewan terinfeksi (gigitan atau cakaran), pasien terkonfirmasi monkeypox, atau bahan yang terkontaminasi virus (termasuk pengolahan daging binatang liar).

Masuknya virus adalah melalui kulit yang rusak, saluran pernapasan, atau selaput lendir (mata, hidung, atau mulut).

Advertisement

Apa saja tanda dan gejala monkeypox?

Masa inkubasi (interval dari infeksi sampai timbulnya gejala) monkeypox biasanya 6 – 16 hari, tetapi dapat berkisar dari 5 – 21 hari.

Gejala yang timbul diawali dengan demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas. Limfadenopati dapat dirasakan di leher, ketiak atau selangkangan. Dalam 1-3 hari

setelah gejala awal atau fase prodromal, akan memasuki fase erupsi berupa munculnya ruam atau lesi pada kulit biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya secara bertahap.

Ruam atau lesi pada kulit ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras atau keropeng lalu rontok. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai periode lesi tersebut menghilang dan rontok.

Advertisement

Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14 – 21 hari. Kasus yang parah lebih sering terjadi pada anak-anak dan terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien dan tingkat keparahan komplikasi.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Objek Wisata di Bantul Ini Jadi Langganan Banjir

Bantul
| Kamis, 01 Desember 2022, 13:27 WIB

Advertisement

alt

Ketep Summit Festival 2022 Siap Obati Kerinduan Pencinta Seni dan Wisata

Wisata
| Kamis, 01 Desember 2022, 12:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement