Sirekap Error, Prabowo-Gibran Dapat Ratusan Suara Gratisan dari Depok
Kelemahan pada aplikasi Sirekap milik KPU membuat perolehan suara Prabowo-Gibran melambung di Depok, Jawa Barat.
Ustaz Yusuf Mansur./instagram @yusufmansurnews
Harianjogja.com, JAKARTA - Ustaz Yusuf Mansyur atau yang juga dikenal dengan sebutan UYM tengah menjadi sorotan publik usai video dirinya marah-marah terkait persoalan Paytren tersebar di media sosial.
Melalui akun Instagramnya, Yusuf kemudian mengunggah cerita berisi permohonan maaf yang disinyalir terkait dengan video yang viral tersebut.
"Pelajaran penting buat saya... Tahunan berusaha bersabar... Berusaha ngabarin diri. Tahunan. Tapi saat lelah, letih, harusnya jauhin hape dan socmed. Sbb bisa jebol pertahanan ngabarin diri. Dengan jadi yang kecewa, marah2, sebel, ngamuk, ribut, ngeluh," ujar Yusuf Mansur melalu akun Instagram pribadinya @yusufmansurnew seperti dikutip, Jumat (8/4/2022).
Dalam tulisan selanjutnya, dia berharap agar masyarakat bisa mengambil pelajaran dari kesalahannya. Dia juga memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT.
"Semoga kwn2 mau ambil pelajaran dari kesalahan saya. Dan bersabar tanpa batas... Apapun itu... Dan doain saya bisa belajar dan belajar. Dan juga diampunin dan dirahmati Allah," tulisnya.
Sementara itu, dalam video yang viral di media sosial, Yusuf Mansur membahas terkait Paytren dengan nada emosi bahkan sampai menggebrak meja.
BACA JUGA: Bawa Gir di Malam Hari, Pelajar di Imogiri Bantul Ditangkap Polisi
Yusuf juga menyinggung orang-orang yang menyebut dirinya terlalu sibuk main saham sehingga lupa dalam menjalankan kewajibannya terhadap pengembangan Paytren.
Hal ini pun menjadi ramai setelah video Yusuf Mansyur marah-marah tersebut tersebar di media sosial. Hari ini, video tersebut masih menjadi trending topic di Twitter.
"Saya butuh duit Rp1 triliun untuk ngerjain Paytren. Kalaupun saya mau, maka saya akan kena masalah, makanya saya ngamen. Demi satu nama, Paytren," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Kelemahan pada aplikasi Sirekap milik KPU membuat perolehan suara Prabowo-Gibran melambung di Depok, Jawa Barat.
Makna Idul Adha 2026 ditegaskan PBNU: kurban bukan sekadar ritual, tapi wujud ketaatan, kepedulian sosial, dan kesiapan menerima kritik.
Skuad Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026 resmi diumumkan, dipimpin Christian Pulisic dan Mauricio Pochettino.
Bupati Bantul tegaskan pembubaran ibadah GMS melanggar konstitusi, polisi pastikan tidak ada ruang intoleransi.
Peluang kerja PMI di Kuwait makin terbuka 2026, pemerintah dorong perlindungan dan perluasan sektor kerja.
Pertamina tambah 1,5 juta tabung LPG 3 kg di Jateng dan DIY jelang Iduladha 2026, stok dipastikan aman.