Konsumsi Ikan Gunungkidul Tertinggal dari DIY dan Nasional
Angka konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul naik menjadi 32,89 kilogram per kapita per tahun pada 2026. Namun capaian tersebut masih di bawah rata-rata DIY dan n
Ilustrasi minyak goreng/Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Harga minyak goreng di Gunungkidul tetap tinggi, yakni Rp20.000 per liter, meski sudah ada guyutan 23.000 liter melalui operasi pasar.
BACA JUGA: Gegara Harga Minyak Goreng Mahal, Kerugian Ekonomi Tembus Rp3,38 Triliun!
Kepala Seksi Distribusi Dinas Perdagangan Gunungkidul, Sigit Haryanto, mengatakan penyebab mahalnya minyak goreng adalah distribusi yang tidak lancar.
“Stok yang dimiliki agen atau distributor tidak banyak,” katanya, Minggu (13/3/2022).
Sigit mencontohkan, hasil pengecekan distributor di Kapanewon Wonosari menunjukkan pengurangan kuota pengiriman. Biasanya, sekali dikirim mendapatkan jatah 2.000 karton, tapi sekarang hanya diberi sebanyak 300 karton.
Kondisi yang sama juga terlihat penjualan di sejumlah toko modern. Rata-rata setiap toko mendapatkan pengiriman dua hari sekali. Namun, kata Sigit, stoknya juga tidak banyak karena sekali dikirim jatahnya hanya tiga sampai lima karton.
“Dipajangnya per berapa jam. Jika dipajang semua akan langsung habis,” ungkapnya.
Sigit memastikan di Gunungkidul tidak ada penimbunan minyak goreng.
“Di toko modern harganya sudah 14.000 per liter, tapi stoknya sedikit. Di pasar tradisional harganya jauh lebih mahal,” katanya.
Sejak diberlakukan kebijakan satu harga atau harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000 per liter di awal Februari lalu, Dinas Perdagangan Gunungkidul bersama-sama dengan Pemda DIY berusaha melakukan operasi pasar. Meski demikian, upaya menyetabilkan harga minyak di pasaran belum optimal hingga sekarang.
Total hingga sekarang sudah ada 23.000 liter minyak goreng didistribusikan ke masyarakat seharga Rp14.000 per liter. Pemkab juga masih berusaha menambah kuota untuk operasi pasar. “Kami masih ajukan penambahan. Untuk operasi, setiap warga dibatasi pembelian maksimal sebanyak dua liter,” katanya.
BACA JUGA: Derita Rakyat! Warga Mengantre Sejak Subuh Demi Minyak Goreng
Salah seorang warga Kalurahan Sumbergiri, Ponjong, Amalia Damayanti, mengaku masih kesulitan mendapatkan minyak goreng kemasan seharga Rp14.000 per liter. Ia membeli Rp20.000 per liter.
“Di pasar-pasar harganya segitu [Rp20.000 per liter]. Ya saya tetap membelinya karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Amalia berharap ada pasokan yang mencukupi sehingga warga tidak kesulitan mendapatkan minyak goreng. “Memang sekarang sulit. Kalau ada harganya pasti mahal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Angka konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul naik menjadi 32,89 kilogram per kapita per tahun pada 2026. Namun capaian tersebut masih di bawah rata-rata DIY dan n
OpenAI memperlambat sebagian pengembangan AI Astra setelah hasil pengujian menunjukkan kemampuan keamanan sibernya berpotensi mencapai level Critical. Pengamana
Burnout dapat membuat seseorang lebih mudah marah dan impulsif di media sosial. Psikolog Ratih Ibrahim mengingatkan burnout bukan alasan untuk merugikan orang l
John Herdman: "Dewa sepakbola tak berpihak" usai Indonesia gagal ke semifinal Piala AFF 2026 ditahan 1-1 Singapura. Fokus kini ke FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai tu
Aturan baru bandara Thailand: petugas bisa buka koper penumpang tanpa pemilik mulai 16 Oktober 2026. Proses transparan dengan rekaman video, hanya untuk koper m
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Sabtu 8 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram turun Rp31.000 menjadi Rp2,756 juta.