Hari Jadi Gunungkidul ke-196, Gayeng Guyub dan Tentrem Atine
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Ilustrasi minyak goreng/Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Harga minyak goreng di Gunungkidul tetap tinggi, yakni Rp20.000 per liter, meski sudah ada guyutan 23.000 liter melalui operasi pasar.
BACA JUGA: Gegara Harga Minyak Goreng Mahal, Kerugian Ekonomi Tembus Rp3,38 Triliun!
Kepala Seksi Distribusi Dinas Perdagangan Gunungkidul, Sigit Haryanto, mengatakan penyebab mahalnya minyak goreng adalah distribusi yang tidak lancar.
“Stok yang dimiliki agen atau distributor tidak banyak,” katanya, Minggu (13/3/2022).
Sigit mencontohkan, hasil pengecekan distributor di Kapanewon Wonosari menunjukkan pengurangan kuota pengiriman. Biasanya, sekali dikirim mendapatkan jatah 2.000 karton, tapi sekarang hanya diberi sebanyak 300 karton.
Kondisi yang sama juga terlihat penjualan di sejumlah toko modern. Rata-rata setiap toko mendapatkan pengiriman dua hari sekali. Namun, kata Sigit, stoknya juga tidak banyak karena sekali dikirim jatahnya hanya tiga sampai lima karton.
“Dipajangnya per berapa jam. Jika dipajang semua akan langsung habis,” ungkapnya.
Sigit memastikan di Gunungkidul tidak ada penimbunan minyak goreng.
“Di toko modern harganya sudah 14.000 per liter, tapi stoknya sedikit. Di pasar tradisional harganya jauh lebih mahal,” katanya.
Sejak diberlakukan kebijakan satu harga atau harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000 per liter di awal Februari lalu, Dinas Perdagangan Gunungkidul bersama-sama dengan Pemda DIY berusaha melakukan operasi pasar. Meski demikian, upaya menyetabilkan harga minyak di pasaran belum optimal hingga sekarang.
Total hingga sekarang sudah ada 23.000 liter minyak goreng didistribusikan ke masyarakat seharga Rp14.000 per liter. Pemkab juga masih berusaha menambah kuota untuk operasi pasar. “Kami masih ajukan penambahan. Untuk operasi, setiap warga dibatasi pembelian maksimal sebanyak dua liter,” katanya.
BACA JUGA: Derita Rakyat! Warga Mengantre Sejak Subuh Demi Minyak Goreng
Salah seorang warga Kalurahan Sumbergiri, Ponjong, Amalia Damayanti, mengaku masih kesulitan mendapatkan minyak goreng kemasan seharga Rp14.000 per liter. Ia membeli Rp20.000 per liter.
“Di pasar-pasar harganya segitu [Rp20.000 per liter]. Ya saya tetap membelinya karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Amalia berharap ada pasokan yang mencukupi sehingga warga tidak kesulitan mendapatkan minyak goreng. “Memang sekarang sulit. Kalau ada harganya pasti mahal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Tekanan ban ideal motor 29-33 PSI dan mobil 30-35 PSI. Simak panduan lengkap, kesalahan umum, dan tips pengecekan.
Hasil drawing Piala Liga Indonesia 2026/2027 menempatkan PSIM Jogja di Grup E dan PSS Sleman di Grup F. Simak pembagian grup lengkapnya.
Cerita rakyat di Jogja tak berhenti sebagai kisah lama yang diwariskan dari generasi ke generasi
WhatsApp memperbarui syarat minimum OS. Cek daftar HP Android dan iPhone yang tak lagi didukung serta cara mengecek versi sistem.
Teknologi antariksa ternyata hadir di balik kamera dan GPS HP. Simak 5 teknologi yang berkembang dari riset NASA hingga perangkat konsumen.