Advertisement

Begini Beda Batuk karena Omicron dengan Batuk Biasa

Aliftya Amarilisya
Sabtu, 26 Februari 2022 - 20:27 WIB
Budi Cahyana
Begini Beda Batuk karena Omicron dengan Batuk Biasa Batuk merupakan salah satu gejala infeksi paru-paru - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SOLO - Munculnya gejala batuk saat kita terinfeksi virus Corona varian Omicron membuat sebagian orang bertanya-tanya apakah mereka terjangkit Covid-19 atau tidak. 

Dilansir dari Medical News Today, Jumat (25/2/2022), gejala batuk Covid-19 varian Omicron umumnya ditandai dengan batuk kering.

Advertisement

Ketika gejala tersebut muncul, tenggorokan seseorang akan terasa gatal, bahkan nyeri, hingga kemudian menjadi batuk.

Lebih jauh, batuk kering pada Omicron bersifat stagnan dan biasanya disertai dengan hidung tersumbat, rasa nyeri di kepala, dan badan lemas.

Sementara itu, dikutip dari Tempo, batuk pada flu biasa cenderung semakin memburuk. Kondisi itu bertahan setelah pemulihan dari infeksi yang disebabkan oleh peradangan yang luas pada lapisan saluran udara.

Di sisi lain, dikutip dari laman India.com, dijabarkan bahwa perbedaan flu akibat Omicron dan flu biasa adalah sebagai berikut:

  • Hidung tersumbat: Omicron (jarang), flu (kadang-kadang)
  • Demam: Omicron (sering), flu (sering)
  • Sakit tenggorokan: Omicron (jarang), flu (kadang-kadang)
  • Sakit kepala: Omicron (kadang-kadang), flu (sering)
  • Sesak napas: Omicron (kadang-kadang), flu (tidak teramati)

Meski begitu, ciri-ciri tersebut tidak selalu muncul dan bisa dideteksi sendiri. Untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi Omicron atau flu biasa tetap diperlukan tes swab atau PCR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Gempur Rokok Ilegal

Advertisement

alt

Pemkab Kulonprogo Kembangkan Konservasi Air Berkelanjutan di Tiga Kapanewon

Kulonprogo
| Sabtu, 22 Juni 2024, 20:27 WIB

Advertisement

alt

Libur Iduladha, Warung Satai Klathak di Jogja Ini Diserbu Wisatawan

Wisata
| Kamis, 20 Juni 2024, 21:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement