Advertisement

Muncul Duet Airlangga-Luhut, Golkar DIY: Itu Intrik, Jangan Didengarkan!

Sunartono
Minggu, 20 Februari 2022 - 06:27 WIB
Budi Cahyana
Muncul Duet Airlangga-Luhut, Golkar DIY: Itu Intrik, Jangan Didengarkan! Luhut Binsar Pandjaitan - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--DPD Golkar DIY merespons adanya isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait kabar menduetkan Airlangga-Luhut dalam Pilpres 2024 mendatang. Golkar DIY menilai isu itu merupakan bagian dari intrik untuk menjatuhkan Airlangga.

Duet Airlangga-Luhut itu mengemuka setelah disampaikan oleh pengamat politik. Dengan alasan Luhut memiliki kans lebih besar untuk menang.

"[Isu duet Airlangga-Luhut] Itu termasuk lucu-lucuan, Golkar itu ingin maju kan harus koalisi enggak mungkin maju dengan sesama kader. [Isu] itu intrik yang tidak perlu didengarkan," kata Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman di sela-sela rapat konsolidasi dengan seluruh Pengurus Golkar kabupaten dan kota di Kantor DPD Golkar DIY, Sabtu (19/2/2022) petang.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Gandung memberikan sinyal bahwa semua internal mengetahui cara memenangkan Airlangga tanpa harus menggandeng Luhut. "Kami tahu bagaimana cara Pak Airlangga ini menang, caranya tahu. Kami tidak akan goyang dengan tiupan angin, malah tadi ada isu tidak dipasangkan, Pak Airlangga diganti Pak Luhut," ucapnya.

Anggota DPR RI ini mengkritik pengamat yang asal menyampaikan pendapat demi menggiring opini masyarakat. Ia berharap para pengamat memberikan masukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

"Kami berharap jadi pengamat jangan jadi tukang pengamat yaitu pengamatannya pesanan pihal lain," ucapnya.

Pertemuan dengan kader inti seluruh DIY itu termasuk merespons adanya isu penggembosan Airlangga sebagai Capres 2024 yang dilakukan dari internal maupun eksternal Golkar. Menurut Gandung semua pengurus hingga anggota fraksi diminta untuk tetap solid dan tidak goyah dengan isu yang berkembang.

"Saya minta kepada fraksi dan pengurus agar tidak menjadi pengamat secara internal tetapi harus menjadi penggerak roda organisasi. Kami sudah kenyang dengan dipecah belah," katanya. (Sunartono)

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

13 Guguran Lava Merapi Terjadi Dalam Sepekan

Sleman
| Sabtu, 24 September 2022, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Pendekar Roti Kolmbeng Terakhir di Jogja

Wisata
| Sabtu, 24 September 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement