Advertisement
Ipang Production, Bukti Kerja Keras Bisa Lampaui Mimpi
Apsasi Annisa dan Ahmad Arifin di lokasi usaha sablon mereka, Ipang Production, Kamis (27/1/2022). - Harian Jogja/Nina Atmasari
Advertisement
MAGELANG—Berawal dari niat yang kuat dan perjuangan yang gigih, Apsasi Annisa membuktikan bahwa modal yang kecil bukan halangan untuk meraih capaian besar. Bahkan, perempuan 32 tahun ini bisa meraih kesuksesan yang melebihi dari mimpinya.
Perempuan yang akrab disapa Anis ini mendirikan usaha produsen suvenir bersama suaminya, Ahmad Arifin, dengan nama Ipang Production di Nepen, Gunungpring, Muntilan, Kabupaten Magelang. Berbekal kemampuan suaminya yang pernah bekerja di usaha sablon, mereka membeli alat sablon seharga Rp200.000. Kini usaha produksi suvenir mereka sudah punya aset Rp1,5 miliar dalam waktu delapan tahun.
Advertisement
“Dulu saya bekerja di tempat sablon, pindah-pindah di sekitar Muntilan. Baru tahun 2014 saya mendirikan usaha sendiri, bermodal satu alat sablon. Awalnya saya kerjakan sendiri sablonnya. Untuk pesanannya saya andalkan dari teman-teman saya," kata Arifin, yang biasa dipanggil Ipang, saat ditemui di rumah sekaligus lokasi usahanya, Kamis (27/1/2022).
Saat awal mendirikan usaha dan pesanan belum banyak, Anis membantu suaminya mencari pendapatan dengan berjualan makanan di sekolah-sekolah. Rupanya, usaha keras mereka membesarkan Ipang Production mulai membuahkan hasil. Pesanan berdatangan dan terus meningkat sehingga Ipang kewalahan. Anis pun kemudian berhenti berjualan dan membantu usaha suaminya.
Mereka yang semula menggunakan salah satu ruang di rumah mereka untuk menyablon, kemudian menambah ruang untuk pemasaran. Usahanya pun terus meningkat. Kini, Ipang Production telah memiliki lima unit gedung untuk sejumlah unit usaha mereka, yakni gedung kantor manajemen, gedung sablon berisi 130 palet, gedung bordir dengan mesin enam kepala, gedung jahit (30 mesin) dan gedung perakitan.
Sejumlah produk yang dihasilkan oleh Ipang Production berupa aneka suvenir seperti kaus, jaket, gelas, pajangan, label merek dan lainnya. Pemasaran mereka lebih banyak di wilayah Magelang, namun ada pula yang berasal dari luar daerah seperti Cilacap hingga Jombang. Kini, omzet mereka telah mencapai Rp150 juta per bulan.
"Capaian ini melalui kerja keras. Kami menyebutnya perjuangan yang gigih. Dalam perjalanan usaha kami ada banyak hambatan dan rintangan. Kunci kami adalah terus berjuang dan berusaha. Jangan menyerah ketika ada masalah, tapi cari solusinya, pasti ada jalan, kami membuktikan," tutur Anis.
Salah satu hambatan yang paling besar adalah saat pandemi Covid-19 melanda pada 2020. Banyak pesanan suvenir dibatalkan dan ditunda. Anis pun menghadapinya dengan merekrut tenaga pemasaran untuk menambah pemasaran. Usahanya berhasil. Banyak pelanggan baru berhasil didapatkan. Jika semula pelanggannya banyak dari pertemanan, kini mereka juga mendapatkan pesanan dari instansi dan perusahaan. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- MRP Kecam Penembakan Pilot Smart Air oleh KKB di Papua
- Satgas Ungkap 20 KKB Serang Pesawat Smart Air di Papua, Dua Kru Tewas
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Trump Ancam Gunakan Kekuatan Besar ke Iran
- Basarnas Himpun 400 Relawan di Jambore SAR Nasional
- Kapolri Ajak Ansor dan Banser Jaga Kamtibmas
- Hamas Minta TNI Netral jika Indonesia ke Gaza
- Delima Bantu Kesehatan Jantung
- WFA Lebaran 2026 Dinilai Bakal Dongkrak Pariwisata
- Imlek 2026: Makna Tahun Kuda Api bagi 12 Shio
Advertisement
Advertisement








