Bukti Covid Omicron Picu Gejala Ringan Sedang Dicari

Ilustrasi hasil tes Covid-19 varian Omicron - The Guardian
05 Januari 2022 10:37 WIB Mia Chitra Dinisari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencari lebih banyak bukti bahwa Omicron mempengaruhi saluran pernapasan bagian atas, yang menyebabkan gejala yang lebih ringan dari varian sebelumnya. 

Namun, seorang pejabat WHO mengatakan bahwa penularan Omicron yang tinggi akan menjadi dominan dalam beberapa minggu di banyak tempat, menimbulkan ancaman di negara-negara di mana sebagian besar penduduknya tidak divaksinasi.

“Kami melihat semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa Omicron menginfeksi bagian atas tubuh. Tidak seperti yang lain, yang dapat menyebabkan pneumonia parah," Manajer Insiden WHO Abdi Mahamud dilansir dari Indian Express.

Dia juga menilai terlalu dini jika dibutuhkan vaksin khusus Omicron.

Mahamud menekankan bahwa keputusan tersebut memerlukan koordinasi global dan tidak boleh diserahkan kepada sektor komersial untuk memutuskan sendiri.

Baca juga: Ingin Kencan dengan Libra? Perhatikan Hal Ini

Sebelumnya dilaporkan orang yang terinfeksi varian omicron disebutkan  mungkin akan menunjukkan gejala ringan atau tidak menunjukkan gejala sama sekali alias OTG.

Meskipun daya menular varian tersebut bisa lebih kuat daripada varian delta, menurut para ahli.

Para ahli telah menganalisis varian omicron setelah banyak laporan bahwa orang yang divaksinasi COVID-19 sepenuhnya terinfeksi varian tersebut.

Risiko orang mengalami gejala parah setelah terinfeksi varian omicron tidak diketahui, tetapi beberapa data menunjukkan bahwa pasien cenderung memiliki gejala ringan.

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Uni Eropa, 109 kasus infeksi dengan varian omicron telah ditemukan di 16 negara pada hari Jumat, dan semua orang yang terinfeksi menunjukkan gejala ringan atau tanpa gejala, dan tanpa laporan kematian.

Dua orang yang dites positif varian omicron dalam pemeriksaan di Bandara Internasional Narita di Prefektur Chiba juga dilaporkan memiliki gejala ringan, meski mengalami demam, menurut kementerian kesehatan.

Sumber : Bisnis.com