BRIN Percepat Ekosistem Hidrogen untuk Dukung Transisi Energi
BRIN memperkuat ekosistem riset hidrogen melalui kolaborasi dengan industri untuk mempercepat hilirisasi dan transisi energi nasional.
Ilustrasi vaksin covid./Euronews
Harianjogja.com, JAKARTA - Epidemiolog UI Pandu Riono mengimbau orang yang belum suntik vaksin covid-19 segera melakukannya di tengah maraknya varian omicron yang kini sudah menyebar di dunia.
Dia mengatakan pentingnya orang divaksin lengkap adalah untuk melindungi agar tidak mengalami gejala berat atau mengalami kematian ketika terinfeksi.
"Orang yang sudah divaksinasi lengkap terlindung untuk tidak bergejala berat dan tidak alami kematian oleh ancaman varian baru omicron variant. Ayo segera vaksinasi sebelum tahun 2021 berakhir," tulisnya di akun twitternya.
Pandu juga mengatakan harapan Indonesia memasuki fase Endemis, lepas dari Jebakan pandemi Covid-19 bisa terwujud.
Kuncinya, katanya, adalah tetap menjaga kewaspadaan, percepatan capaian vaksinasi penduduk terus diupayakan dengan maksimal.
Pasalnya, katanya, tingkat Kekebalan Penduduk kunci pertahanan kondisi endemis.
Dia menambahkan, pada dasarnya, apapun jenis varians nya, cara penularannya tetap sama, dan cara pencegahannya juga tetap sama.
Tidak mungkin mencegah hadirnya varians baru, pilihannya tetap sama perkuat 5M, Tes-Lacak-Isolasi dan Vaksinasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
BRIN memperkuat ekosistem riset hidrogen melalui kolaborasi dengan industri untuk mempercepat hilirisasi dan transisi energi nasional.
BMKG memprakirakan sejumlah kota besar hujan dan berkabut hari ini. Jogja diprediksi cerah dengan suhu mencapai 30°C.
Gunung Semeru mengalami 21 kali gempa letusan dalam enam jam. Status Level III Siaga, warga diminta menjauhi kawasan rawan.
Ajax mengalahkan Sion 5-3 pada leg kedua play-off Liga Conference 2026/27 dan lolos dengan agregat 9-5.
Komisi XI DPR menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI 2026-2031. Ia membawa visi 3I+1S untuk arah kebijakan bank sentral.
AS belum berencana melancarkan serangan baru ke Iran dalam waktu dekat, tetapi tetap membuka opsi militer jika Iran menyerang lebih dulu.