Sultan Brunei Cabut Gelar Menantu, Belum Ada Pengumuman Perceraian
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mencabut gelar menantunya, Raabi'atul Adawiyyah. Keputusan berlaku segera tanpa pengumuman perceraian.
Ilustrasi vaksin covid./Euronews
Harianjogja.com, JAKARTA - Epidemiolog UI Pandu Riono mengimbau orang yang belum suntik vaksin covid-19 segera melakukannya di tengah maraknya varian omicron yang kini sudah menyebar di dunia.
Dia mengatakan pentingnya orang divaksin lengkap adalah untuk melindungi agar tidak mengalami gejala berat atau mengalami kematian ketika terinfeksi.
"Orang yang sudah divaksinasi lengkap terlindung untuk tidak bergejala berat dan tidak alami kematian oleh ancaman varian baru omicron variant. Ayo segera vaksinasi sebelum tahun 2021 berakhir," tulisnya di akun twitternya.
Pandu juga mengatakan harapan Indonesia memasuki fase Endemis, lepas dari Jebakan pandemi Covid-19 bisa terwujud.
Kuncinya, katanya, adalah tetap menjaga kewaspadaan, percepatan capaian vaksinasi penduduk terus diupayakan dengan maksimal.
Pasalnya, katanya, tingkat Kekebalan Penduduk kunci pertahanan kondisi endemis.
Dia menambahkan, pada dasarnya, apapun jenis varians nya, cara penularannya tetap sama, dan cara pencegahannya juga tetap sama.
Tidak mungkin mencegah hadirnya varians baru, pilihannya tetap sama perkuat 5M, Tes-Lacak-Isolasi dan Vaksinasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mencabut gelar menantunya, Raabi'atul Adawiyyah. Keputusan berlaku segera tanpa pengumuman perceraian.
Danantara DSI menargetkan platform tata kelola ekspor SDA mulai beroperasi 1 September 2026 dengan tiga komoditas senilai hampir US$70 miliar.
BMKG memprakirakan cuaca kota besar Indonesia pada Selasa didominasi berawan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan dan udara kabur.
Sebanyak 237 penyintas gempa Flores mulai pulang dari GOR Samador. Pemerintah menyiapkan bantuan rumah rusak hingga Rp30 juta.
Saham BMRI turun 0,47% ke Rp4.200 pada perdagangan 24 Agustus 2026 di tengah polemik rekening Supriyono alias Mas Botok.
Andre Rosiade meminta publik tak resah soal rekening Mas Botok dan menegaskan bank bekerja sesuai prosedur serta koridor hukum.