Daftar 14 Bank Bangkrut dan Ditutup hingga September 2026
Daftar 14 bank bangkrut dan ditutup OJK hingga September 2026, terbaru BPR Pasarraya Kuta di Bali.
Ilustrasi vaksin covid./Euronews
Harianjogja.com, JAKARTA - Epidemiolog UI Pandu Riono mengimbau orang yang belum suntik vaksin covid-19 segera melakukannya di tengah maraknya varian omicron yang kini sudah menyebar di dunia.
Dia mengatakan pentingnya orang divaksin lengkap adalah untuk melindungi agar tidak mengalami gejala berat atau mengalami kematian ketika terinfeksi.
"Orang yang sudah divaksinasi lengkap terlindung untuk tidak bergejala berat dan tidak alami kematian oleh ancaman varian baru omicron variant. Ayo segera vaksinasi sebelum tahun 2021 berakhir," tulisnya di akun twitternya.
Pandu juga mengatakan harapan Indonesia memasuki fase Endemis, lepas dari Jebakan pandemi Covid-19 bisa terwujud.
Kuncinya, katanya, adalah tetap menjaga kewaspadaan, percepatan capaian vaksinasi penduduk terus diupayakan dengan maksimal.
Pasalnya, katanya, tingkat Kekebalan Penduduk kunci pertahanan kondisi endemis.
Dia menambahkan, pada dasarnya, apapun jenis varians nya, cara penularannya tetap sama, dan cara pencegahannya juga tetap sama.
Tidak mungkin mencegah hadirnya varians baru, pilihannya tetap sama perkuat 5M, Tes-Lacak-Isolasi dan Vaksinasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Daftar 14 bank bangkrut dan ditutup OJK hingga September 2026, terbaru BPR Pasarraya Kuta di Bali.
4.845 titik panas terdeteksi di Sumatera. Kabut asap menyelimuti Riau dengan kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat.
Tim UGM mendampingi Griya Cokelat Nglanggeran memperkuat daya saing produk melalui inovasi kemasan, CRM, dan pengembangan kakao dari hulu hingga hilir.
PSIM Jogja bersama Universitas Janabadra menargetkan pembangunan training ground standar FIFA mulai direalisasikan awal 2027.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan kepada seluruh satuan pendidikan (sekolah) di wilayahnya agar meningkatkan pengawasan kepada siswa agar
Kemendiktisaintek menargetkan 19.000 artikel ilmiah Indonesia terbit di jurnal internasional Q1 sepanjang 2026.